28.4 C
Indonesia
Kam, 22 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28.4 C
Indonesia
Kamis, 22 Februari 2024 | 17:10:31 WIB

    16 Orang Ditahan Polisi Terkait Kasus Illegal Logging di Riau

    spot_img

    Riau | VoA Personel Kepolisian Daerah Riau melalui Sub Direktorat IV Tindak Pidana Tertentu telah mengambil tindakan hukum terhadap 16 individu yang terlibat dalam kasus pembalakan liar atau kegiatan Illegal Logging. Sejak awal Januari 2023, telah terjadi 10 insiden illegal logging dan tiga kali perambahan hutan.

    “Sejauh ini, Polda Riau beserta polres di wilayahnya telah menangani 10 kasus illegal logging sejak Januari. Jumlah tersangka yang ditetapkan mencapai 16 orang,” demikian disampaikan oleh Kompol Andrie Setiawan, S.H., S.I.K., yang menjabat sebagai Kepala Sub Direktorat IV Tipologi Tindak Pidana Tertentu di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Pernyataan ini diungkapkannya pada hari Jumat, tanggal 24 Agustus 2023.

    Baca juga:  Dua Hal Ini Jadi Prioritas Veronica Wiwin Widarini

    Dalam pengungkapan ini, Kompol Andrie menyatakan bahwa semua kasus illegal logging tersebut terjadi di berbagai wilayah, termasuk Kota Dumai, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Pelalawan, Bengkalis, Indragiri Hulu, dan Kampar. Tidak hanya itu, terdapat juga dua wilayah yang memiliki status perlindungan khusus dari pemerintah, yaitu daerah Pelalawan, Indragiri Hulu, dan Bengkalis. Di antara tempat-tempat ini, terdapat Cagar Biosfer di Bengkalis, Taman Nasional Tesso Nillo di Pelalawan, serta Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Indragiri Hulu.

    Baca juga:  Respons Positif Bupati Pemalang Terhadap Kesehatan dan Kebersihan Masyarakat

    Menurut penjelasan Kompol Andrie, tidak hanya kayu dari Riau yang terlibat dalam kegiatan ilegal ini, tetapi juga kayu yang berasal dari Sijunjung, Sumatra Barat, yang menjadi pemberat dalam kasus-kasus ini. Poin penting yang sering kali menjadi fokus adalah pengangkutan kayu secara ilegal. Di samping Riau, wilayah Sijunjung di Sumatra Barat juga sering terlibat dalam penyelundupan kayu ilegal.

    “Di antara 10 kasus illegal logging ini, lima diantaranya ditangani oleh Polda Riau dan lima kasus lainnya ditangani oleh polres di wilayah Riau. Hasil dari penanganan ini berupa barang bukti seperti kayu, kendaraan bermotor, dan mesin chainsaw yang diamankan dalam setiap perkara,” terang Kompol Andrie.

    Baca juga:  Persiapan BINWIL  2024, Kades Gunung Kaler Bersama Babinsa Kormail-07 Kresek Lakukan Kerja Bakti

    Dalam konteks perambahan hutan, saat ini ada tiga kasus yang tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Satu di antaranya ditangani oleh Polda Riau, dan dua kasus lainnya dikerjakan oleh Polres Rokan Hilir dan Polres Pelalawan.

    “Terdapat total 16 tersangka dalam kasus illegal logging dan tiga tersangka lainnya dalam kasus perambahan hutan. Selain itu, barang bukti yang berhasil disita meliputi tiga unit chainsaw dan tiga alat berat yang digunakan untuk membuka lahan,” sambungnya. (ak)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...

    Akhirnya Bawaslu Sultra Beli Rekomendasi 19 PSU dan 2 PSL

    Kendari | VoA –Akhirnya Bawaslu (Badan Pengawas Pemilihan Umum) Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat, ada 19 rekomendasi Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan dua Pemungutan Suara...
    Berita terbaru
    Berita Terkait