close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

30.1 C
Jakarta
Rabu, Juli 24, 2024

Kecelakaan Kerja Konstruksi di Depok, Pekerja Nyaris Kehilangan Nyawa

spot_img

Depok | VoA – Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keselamatan para pekerja di berbagai proyek konstruksi. Namun, sayangnya, terkadang implementasinya masih terkesan abai, seperti yang terjadi baru-baru ini di proyek pembangunan Jembatan Jalan H Khafi milik Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Pada Kamis, 9 November 2023, sekitar pukul 16.00 WIB, sebuah kejadian serius hampir merenggut nyawa seorang pekerja proyek. Ia tertimpa material tanah di lokasi proyek penggantian Jembatan Jalan H Khafi RW 07 Cimpaeun, Tapos-Depok.

Sayangnya, kelengkapan K3 seperti helm, sarung tangan, dan rompi kerja proyek tampaknya diabaikan pada saat kejadian tersebut. Ini menunjukkan betapa pentingnya pengawasan dan penegakan aturan K3 di setiap tahap proyek konstruksi.

Baca juga:  Proyek Pengaspalan RW 10 Cimpaeun, Begini Spesifikasi dan Pelaksanaannya

Saksi mata, seorang warga sekitar, menceritakan kronologi kejadian tersebut. Pada saat kejadian, dua pekerja sedang melakukan pekerjaan mengikat besi di bawah, seperti yang biasa dilakukan dan sekitar pukul 15:40 WIB, tiba-tiba longsor menimpa pekerja tersebut.

“Korban setelah di evakuasi langsung di bawa ke pengobatan tradisional patah tulang H.Udin dan pihak kontraktor nya di panggil oleh pihak Kepolisian,” tutur saksi mata.

Sementara itu, Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Depok tidak tinggal diam. Mereka segera mengambil tindakan pencegahan dan memberikan sanksi kepada pihak terkait proyek.

Baca juga:  Dinilai Ada Kecurangan, KPU Depok Diontrog Parpol

Kepala Bidang Jalan dan Jembatan (Kabid Jajem), Oki Jatmika, menyatakan bahwa langkah-langkah pencegahan telah diambil, termasuk penerapan K3 dan pemasangan cerucuk sebagai pengamanan terhadap longsor.

“Saat ini sudah diterapkan K3 dan sebagai pengamanan untuk longsor dilakukan pemasangan cerucuk,” ujar Oki dikutip pada Senin (13/11/2023).

Oki juga mengungkapkan bahwa analisa penyebab kecelakaan masih dalam proses. “Kalau hasil analisanya masih belum selesai tentang penyebab longsor apakah murni kejadian bencana dikarenakan kontur tanah yang labil atau memang ada tekanan dari jalan yang menyebabkan tanah bergerak,” tutur Oki.

Sebagai Informasi, Proyek Penggantian Jembatan Jalan H Khafi RW 07 Cimpaeun, Tapos-Depok, dikerjakan oleh CV. Bola Singa Tiga dengan pengawasan dari CV. Mutiara Consult. Proyek ini memiliki masa waktu pelaksanaan selama 73 hari kalender, mulai dari tanggal 04 Oktober hingga 15 Desember 2023, dengan anggaran bersumber dari dana APBD Depok tahun 2023 senilai Rp. 382 juta rupiah.

Baca juga:  Tidak Sesuai dengan Perjanjian, PT Kencana Graha Optima Digugat di Pengadilan "Terkait Pembangunan Apartemen"

Sebelumnya, pada awal Oktober 2023, kecelakaan kerja juga terjadi di lokasi proyek lain milik DPUPR Depok. Seorang pekerja proyek drainase tertimpa pagar tembok beton, mengakibatkan patah tulang. Insiden seperti ini menegaskan perlunya perhatian ekstra terhadap aspek K3 dalam setiap proyek konstruksi untuk melindungi nyawa para pekerja. (Er/Fq)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait