26.4 C
Indonesia
Ming, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 21 April 2024 | 8:44:42 WIB

    Sidang DPRD Depok Soroti Polemik Paket Menu Stunting

    spot_img

    Depok | VoA – Pemberian paket menu stunting berupa nasi dan kuah sup yang dilengkapi dengan logo Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok menciptakan polemik serius di Ruang Rapat Paripurna DPRD Depok dalam Sidang III Tahun 2023, Senin (13/11/2023).

    Dalam sidang rapat paripurna tersebut, politisi Fraksi Gerindra, Hamzah mengkritisi paket menu yang hanya terdiri dari nasi putih, kuah sup, dan dua buah tahu, yang dianggapnya tidak memenuhi standar gizi yang diperlukan untuk program penanggulangan stunting.

    Menurutnya, anggaran yang signifikan seharusnya memberikan menu yang lebih bervariasi dan bergizi, mengingat anggaran yang dikeluarkan sudah cukup besar, tapi menu yang disajikan terlalu sederhana.

    Baca juga:  Tumpukan Sampah di Sukmajaya Depok Jadi Keluhan Warga, Begini Penjelasan DLHK

    Politisi Gerindra ini juga mempertanyakan anggaran sebesar Rp.18 ribu per pax yang dialokasikan untuk program pemberian makan stunting, dan penanganan nya oleh kader PKK secara mandiri.

    “Pertanyaannya, siapa pihak ketiga yang menyediakan makanan untuk stunting?,” ucap Hamzah.

    “Ini berpotensi merugikan keuangan negara,” tambahnya.

    Menariknya, perhatian juga tertuju pada pemasangan foto pimpinan daerah di paket menu stunting, yang akhirnya disepakati untuk dihapuskan. “Tadi di paripurna, Wakil Wali Kota juga sudah sepakat dengan usulan dewan untuk tidak memakai foto Wali Kota dan Wakil,” ujar Hamzah.

    Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, Mary Liziawati, mengungkapkan bahwa nilai anggaran menu paket stunting bervariasi di setiap Puskesmas. “Terkait nilai anggaran menu paket stunting ada di masing-masing Puskesmas,” ujar Mary, Selasa (14/11/2023).

    Baca juga:  Inovasi Perpustakaan Kota Depok dalam Memenuhi Kebutuhan Pembaca

    Dia juga menjelaskan bahwa temuan paket menu stunting yang berisi hanya nasi dan kuah sup di wilayah Tapos disebabkan oleh kekeliruan dan miskomunikasi di hari pertama pelaksanaan program.

    “Ada miskomunikasi di hari pertama Sehingga menu tidak sesuai. Antara puskesmas dengan penyedia mestinya menunya 6 hari/pekan (Kudapan) atau yang bukan merupakan menu makan utama dan memenuhi kecukupan kebutuhan harian,” jelasnya.

    Baca juga:  Fasilitas Internet Gratis Terputus, Warga Ngadu ke Ketua Komisi A

    Untuk diketahui, Program Menu Tambahan (PMT) Pangan Lokal di Kota Depok memiliki tujuan meningkatkan status gizi balita melalui pemberian makanan tambahan sesuai standar yang ditetapkan. PMT Lokal di berikan selama 28 hari, dari mulai pelaksanaan pada tanggal 10 November hingga 8 Desember 2023 yang terdiri dari makanan yang bukan merupakan menu utama/kudapan (6 hari/pekan) dan makanan lengkap yang di berikan satu hari perpekan.

    Sasaran nya yakni di fokuskan pada balita gizi kurang (6-59 bulan), balita berat badan kurang dan sangat kurang, balita gizi kurang yang juga mengalami stunting serta balita dengan berat badan tidak naik. (ED)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...
    Berita terbaru
    Berita Terkait