26.4 C
Indonesia
Ming, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 21 April 2024 | 10:11:01 WIB

    Politisi Gerindra Sebut Penanganan Stunting di Depok Bernuansa Politis

    spot_img

    Depok | VoA – Kota Depok kini tengah dirundung polemik terkait penggunaan dana penanganan stunting senilai Rp 4,9 miliar yang bersumber dari APBN. Polemik tersebut hingga berujung kepada pemanggilan Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok dalam rapat kerja Komisi D di ruang Sidang Paripurna Dewan, Jumat (17/11/2023).

    Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah penggunaan stiker bergambar pasangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok pada ribuan paket menu PMT Balita yang disebarkan di 11 wilayah Kecamatan. Indikasi-inidikasi politis mulai terlihat, menarik perhatian para anggota Komisi D DPRD Depok.

    Baca juga:  Rutan Depok Didatangi Kakanwil Jabar

    Anggota Komisi D, Mohammad HB, menyoroti program penanggulangan stunting yang dianggap penuh nuansa politis. Dia mencermati pemasangan stiker bergambar pasangan Wali Kota pada paket menu PMT Balita, menyatakan bahwa dalam nomenklaturnya seharusnya tidak ada tempat untuk stiker semacam itu.

    “Dalam nomenklaturnya tidak ada untuk stiker atau topless. Apalagi stiker bergambar pasangan Wali Kota,” ujar HB, Sabtu (18/11/ 2023)

    Lebih lanjut, Mohammad HB tidak memahami kesesuaian penggunaan stiker bergambar pasangan Wali Kota dengan program yang dibiayai oleh dana APBN. Menurutnya, hal tersebut tidaklah pas dan seharusnya tidak melibatkan gambar pasangan Wali Kota.

    Baca juga:  Aliansi LSM Pendidikan Silaturahmi ke 11 K3S di Kota Depok

    Dalam tanggapannya terhadap penjelasan Kepala Dinkes Depok, Mohammad HB menyatakan bahwa program tersebut bersumber dari dana APBN, bukan APBD. Ia bahkan merespons dengan mengajukan pertanyaan, “Kenapa tidak gambar Jokowi?”

    Polemik semakin memanas ketika Mohammad HB mengisyaratkan isyarat politik dalam pemilihan warna tutup topless dan pemberian paket menu PMT yang mengenakan slayer berwarna oranye. Ia menilai ada bagi kewajiban sejumlah kader untuk menggunakan slayer oranye saat membagikan paket menu PMT.

    Politisi Partai Gerindra itu juga mengkritisi adanya indikasi yang berwenang dalam penggunaan dana APBN. Dengan tegas, HB mengimbau para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak terlibat dalam politik praktis, terutama di tahun politik.

    Baca juga:  Berkah Ramadan 1445 H, Tradisi Kebaikan Alumni SMPN 57 '92 Jakarta Selatan

    “Kepada para ASN khususnya di Depok agar tidak berpolitik praktis di momen tahun politik,” tegasnya.

    Sebagai langkah lanjutan, HB menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengawasi penggunaan dana APBN untuk penanganan stunting, memastikan agar berjalan sesuai peraturan dan tepat manfaat. Dengan jumlah balita sebagai sasaran penerima Program Makanan Tambahan (PMT) lokal mencapai 9882 anak, HB berharap agar program ini dapat berjalan tanpa muatan politik yang dapat mengganggu efektivitasnya. (mi)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...
    Berita terbaru
    Berita Terkait