27.4 C
Indonesia
Ming, 25 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 | 15:12:45 WIB

    Demonstrasi Atas Temuan Yang Telah Terjadi Adanya Pelanggaran Kampanye di Lembaga Pendidikan

    spot_img

    Pemalang | VoA – Para demonstran mengajukan protes keras terhadap dugaan kecurangan pemilu oleh Calon Legislatif di Dewan Perwakilan Daerah Pemalang dari sebuah partai politik (seorang anggota aktif Dewan Perwakilan Daerah Pemalang / pemilik sebuah campus / institut di Kecamatan Petarukan), karena melakukan kampanye rahasia (terselubung) di dalam kampus.

    Mahasiswa menyuarakan “Suara Perlawanan”.

    Kami sebagai Mahasiswa meluruskan atas Pelanggaran Kampanye di Lingkungan Pendidikan dan tentunya aksi ini terjadi karena lambatnya respon Tindakan Bawaslu atas proses Laporan dan Temuan yang telah terjadi adanya Pelanggaran Kampanye di Lembaga Pendidikan.

    Maka dari itu kami dari Aliansi Mahasiswa Bersatu bermaksud mengadakan Kegiatan Aksi Demonstrasi ini.

    Demonstrasi ini adalah bentuk Komitmen dan Rasa Idealis kami sebagai Mahasiswa dalam Upaya Penegakan Ke tidak selarasan Pelanggaran Kampanye.

    Baca juga:  Bawaslu Wonosobo Pastikan Suasana Ketenangan Sebelum Pemungutan Suara

    Salam Perlawanan.

    Selanjutnya Para demonstran diterima oleh Ketua BAWASLU Pemalang, Sudadi, SH, di Kantor BAWASLU di Krasak (Jl. Pantura), Sugihwaras, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Selasa (6/02/2024).

    Para demonstran, di bawah bendera “ALMABES” (Aliansi Mahasiswa Bersatu) yang dikoordinasikan oleh Tegar Atiko Mulyo, menyampaikan empat tuntutan, salah satunya terkait proses yang sedang berlangsung yang dilaporkan oleh salah satu mahasiswa mereka. Mereka membawa spanduk bertuliskan “KPU, Kerjakan Tugas Anda”, “BAWASLU, Bertindak Cepat”, “Kami Butuh Kepastian, Bukan Harapan… Bodoh”, “Bolehkah Lamban?”.

    Menurut BAWASLU, laporan pelanggaran terjadi pada tanggal 15 Desember 2023. Namun, pada tanggal 19 Desember 2023, laporan tersebut ditarik (dicabut), dengan alasan ketidakhadiran pelapor. Meskipun demikian, BAWASLU memiliki informasi yang diperlukan untuk menindaklanjuti temuan dari para mahasiswa.

    Baca juga:  Pelaksanaan Monitoring dan Pemantauan Penghitungan Suara di PPK Beji Dalam Pemilu 2024 di Wilayah Hukum Polres Metro Depok

    Ketua BAWASLU, Sudadi, SH, ketika ditanya oleh wartawan, menyatakan bahwa “laporan tersebut dibuat pada tanggal 15 Desember 2023, dan tersangka dan saksi telah dipanggil, tetapi masih dalam proses. Laporan tersebut ditarik, namun BAWASLU akan melanjutkan prosesnya,” kata Sudadi.

    Meskipun laporan ditarik oleh pelapor, BAWASLU akan melakukan penyelidikan lebih lanjut terhadap kasus tersebut dan telah berkoordinasi dengan otoritas penegak hukum yang ditunjuk oleh Pemerintah, jika ditemukan pelanggaran serius.

    Selain itu, kampanye di kampus diizinkan oleh peraturan, tetapi harus mematuhi aturan tertentu, seperti hari yang ditentukan dan izin yang diperlukan.

    Baca juga:  Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Terkait dengan kurangnya tindakan hingga pemilu, Sudadi, SH, menyebutkan bahwa “banyak orang yang tidak menyadari bahwa kasus ini akan terus berlanjut hingga akhir pemilu, tidak berhenti dan bubar… tidak!… untuk sanksi sesuai dengan Undang-Undang Pemilu, penjara hingga satu tahun,” ujar Sudadi.

    Beberapa demonstran mengenakan kaos serupa dengan gambar seorang pria di dada yang mengenakan kacamata dengan tulisan “Mahbub Djunaedi”, salah satu dari mereka memberikan pidato.

    Setelah meninggalkan BAWASLU, para demonstran menuju ke KPU dengan tuntutan yang sama pada sore hari.(SKM/Eko B Art)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...
    Berita terbaru
    Berita Terkait