26.4 C
Indonesia
Ming, 14 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 14 April 2024 | 17:10:15 WIB

    Pembina PWRI Soroti Mangkraknya Proyek Hotel Sayaga di Bogor

    spot_img

    Bogor | VoA – Pembina Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Bogor Raya, H. Rizkan, mengambil peran kritis dalam mengulas proyek pembangunan Hotel Sayaga, yang menjadi sorotan di Kabupaten Bogor. Hotel yang dikelola oleh PT. Sayaga Wisata, sebuah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), tampaknya menemui kendala serius yang mengancam keberlanjutan proyek tersebut.

    Perhatian tertuju pada pernyataan Direktur Utama PT. Sayaga, Supriyadi Jufri, yang menyebutkan bahwa proyek Hotel Sayaga memerlukan tambahan dana sebesar Rp. 15 miliar untuk beroperasi sepenuhnya. Padahal, proyek ini telah menghabiskan dana sekitar Rp. 189 miliar dari berbagai tahap pendanaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

    Baca juga:  Camat Jonggol Bersama TNI dan Polri, Amankan Malam Takbir 1445 H

    “Angka 189 M dan 15 M tersebut sangat fantastis jika dijumlahkan menjadi 204 M. Dengan jumlah tersebut, kita bisa membeli dua hotel berbintang di daerah Kuta Bali yang sudah beroperasi, tanpa harus membangun dari awal,” ujar H. Rizkan, Rabu (07/02/2024).

    Pendapat tersebut menciptakan keheranan di kalangan masyarakat Bogor, terutama para pembayar pajak yang berharap agar anggaran yang mereka keluarkan dapat digunakan untuk kesejahteraan rakyat. Hal ini mendorong spekulasi bahwa pembangunan Hotel Sayaga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

    Baca juga:  Pelaksanaan Monitoring dan Pemantauan Penghitungan Suara di PPK Beji Dalam Pemilu 2024 di Wilayah Hukum Polres Metro Depok

    H. Rizkan juga mengungkapkan keraguan terhadap efektivitas Tim Evaluasi Pembangunan Hotel Sayaga yang akan dibentuk oleh Penjabat (Pj.) Bupati Bogor. Ia menyoroti fakta bahwa Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor akan memimpin tim tersebut, sementara memiliki kedudukan sebagai Kuasa Pengguna Saham PT. Sayaga.

    “Keberlanjutan Hotel Sayaga membutuhkan langkah yang terukur. Pj. Bupati Bogor dan DPRD Bogor harus segera membubarkan Tim Evaluasi yang dipimpin oleh Sekda Kabupaten Bogor, dan membentuk Tim Independen. Auditor profesional dan independen juga diperlukan untuk menyelidiki aset dan nilai pembangunan Hotel Sayaga secara transparan,” ungkapnya.

    Baca juga:  Rembug Warga di Kampung Sawah Bojonggede Bersama Wakapolrestro Depok

    H. Rizkan menekankan bahwa pemegang kuasa saham harus bertanggung jawab atas penggunaan anggaran APBD sebesar 189 M dan memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai alasan hotel tersebut mangkrak. Ia menandaskan perlunya menemukan akar permasalahan sebelum mempertimbangkan kelanjutan proyek Hotel Sayaga.

    “Dengan menyelesaikan pokok persoalan dan menentukan pihak yang harus bertanggung jawab, kita baru dapat mempertimbangkan apakah pembangunan Hotel Sayaga layak diteruskan atau tidak,” pungkas H. Rizkan. (LH)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

    Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
    Berita terbaru
    Berita Terkait