close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.2 C
Jakarta
Kamis, Juli 11, 2024

Dewan Nilai Pemkot Depok Perlu Bentuk Tim Satgas untuk Anjal

spot_img

Depok | VoA – Anak jalanan (Anjal) merupakan persoalan sosial yang kompleks dan memerlukan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat. Anggota DPRD Kota Depok, Babai Suhaimi, mengemukakan pandangan pentingnya pendekatan yang terstruktur melalui pembentukan Satuan Tugas (Satgas) dari Dinas Sosial.

Babai Suhaimi menyarankan agar satgas ini secara rutin melakukan operasi setiap bulan atau tiga bulan sekali untuk mengidentifikasi anak jalanan dan mengetahui asal-usul mereka.

“Pentingnya operasi rutin ini adalah agar kita tidak menyimpang dalam menilai masalah anak jalanan. Jika mereka berasal dari daerah tertentu, seperti Indramayu, kita dapat mengembalikan mereka ke asalnya,” ujar Suhaemi dalam acara  Forum Rencana Kerja (Renja) Perangkat Daerah (PD) Dinas Sosial Kota Depok tahun 2025 di Aula Kantor BJB, Kamis (22/02/24) kemarin.

Baca juga:  JPKPN Bogor Raya Ungkap Dugaan Pelanggaran Hukum Disdik Kabupaten Bogor

Menurut Babai, keberadaan Anjal seperti pengamen dan manusia silver bukan untuk mencari atau menyalurkan kreativitas mereka, melainkan untuk mencari uang.

“Jadi kita tidak bisa mengatakan anak jalanan ini perlu begini perlu begitu kalau kita tidak tau asalnya, karena anak jalanan tersebut berada di jalanan, seperti pengamen, manusia siver  bukan untuk mencari atau menyalurkan kreativitas melainkan mereka sedang mencari uang. Untuk itu perlu adanya Satgas dari Dinas Sosial agar mampu  mengurai keberadaan anak anjal ini di tengah-tengah masyarakat kita,” tutur Babai.

Baca juga:  Yayasan Masjid Al Istiqamah Salurkan 2000 Paket Minyak Goreng dalam Kegiatan Pasar Murah

Pentingnya identifikasi asal ini pun diakui oleh Kepala Dinas Sosial Kota Depok, Devi Maryori. Menurutnya, banyak anak jalanan di wilayah Kota Depok bukan orang Depok, namun berasal dari berbagai daerah.

“Kita perlu tahu asal-usulnya, dan jika bukan warga Depok, kita akan berkoordinasi dengan daerah asal mereka,” ujar Devi.

Meskipun Satgas belum terbentuk, Devi menegaskan bahwa pendataan anak jalanan sudah dilakukan secara rutin oleh pilar sosial, seperti TKSK (Tenaga Kerja Sosial Kecamatan)

“Untuk saat ini pendataan anjal kita dapatkan dari pilar pilar sosial kami, seperti TKSK dan setiap tahun itu ada pendataannya,” jelasnya.

Baca juga:  Raih Kursi Terbanyak di Pilcaleg, PDI-Perjuangan 'Bidik' Pilkada Mubar

“Dan usulan dari Bapak Dewan Babai Suhaimi, nantinya akan kita bahas terlebih dahulu dan sebagai masukan bagi kami sebagai rencana kerja tahun 2025,” ucap Kadinsos.

Menjawab soal rumah rehabilitas untuk Anjal, Devi mengungkapkan, bahwa saat pihaknya hanya mempunyai Rumah perlindungan sosial yang bersifat temporer.

“Kami memiliki rumah perlindungan sosial namun bersifat sementara. Jadi sebelum mengembalikan anjal yang bukan warga Depok ke asalnya, mereka di tempatkan di rumah perlindungan sosial sedangkan bagi anjal yang memang warga Depok akan kami berikan bimbingan sosial,” jelas Devi. (Edh)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait