26.4 C
Indonesia
Jum, 19 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Jumat, 19 April 2024 | 8:53:23 WIB

    Membangun Infrastruktur yang Tangguh di Daerah Rawan Bencana

    spot_img

    Jakarta | VoA – Bangunan yang dibangun di daerah rawan bencana merupakan sebuah tantangan tersendiri dalam dunia konstruksi. Meningkatnya kebutuhan akan infrastruktur sebagai dampak dari pertumbuhan populasi memicu pertumbuhan industri konstruksi, khususnya bidang teknik sipil.

    Namun, dalam menghadapi fenomena alam yang dapat mengancam keamanan bangunan, seperti yang sering terjadi di Indonesia, para Insinyur sipil perlu memperhatikan berbagai aspek agar bangunan yang dibangun dapat bertahan dan meminimalkan risiko saat terjadi bencana.

    Dilansir melalui Biro Statistik Tenaga Kerja Amerika Serikat (2023) pekerjaan bidang teknik sipil diprediksi tumbuh hingga 5% hingga tahun 2032. Hal tersebut sejalan dengan kebutuhan pertumbuhan infrastruktur yang ditaksir akibat pertumbuhan populasi.

    Menurut Ketua Program Studi Teknik Sipil Universitas Pertamina (UPER), Dr. Arianta, S.T. M.T., sebuah bangunan ideal harus memenuhi standar keamanan yang telah ditetapkan untuk mengurangi risiko bencana. Hal ini meliputi pemilihan material yang kuat dan tahan terhadap tekanan alam, serta struktur bangunan yang dirancang untuk menahan guncangan dan tekanan eksternal. Pemahaman akan kondisi geografis, kecepatan angin, dan pola bencana di suatu wilayah juga menjadi penting dalam merancang bangunan yang aman.

    Baca juga:  PT Kencana Graha Optima Kalah Banding, PT DKI Jakarta Menguatkan Putusan PN Jakarta Selatan Terkait Pembangunan Apartemen di Mangkuluhur

    Indonesia, sebagai negara yang rawan terhadap berbagai bencana alam, memerlukan perhatian khusus dalam merancang infrastruktur yang tangguh. Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat bahwa sepanjang tahun 2023, terjadi ribuan bencana alam di Indonesia, dengan kerugian yang cukup besar baik dari segi korban maupun kerusakan material. Salah satu contoh terbaru adalah angin puting beliung di Rancaekek, Kabupaten Bandung, yang mengakibatkan kerusakan pada ratusan bangunan.

    Baca juga:  Mahasiswi Indonesia Didapuk UNICEF Jadi Duta Kesehatan Asia Pasifik

    Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati, menyoroti bahwa salah satu penyebab utama dari kerugian akibat bencana adalah infrastruktur dan tata ruang yang belum sesuai dengan standar tanggap bencana. Selain itu, kurangnya pemahaman Sumber Daya Manusia (SDM) terhadap bangunan tanggap bencana juga menjadi faktor penting.

    Untuk mengatasi tantangan ini, Program Studi Teknik Sipil UPER menawarkan peminatan Manajemen Bencana dan Infrastruktur Tanggap Bencana. Melalui peminatan ini, mahasiswa akan mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang desain bangunan yang tangguh terhadap ancaman bencana alam. Mereka juga akan mempelajari berbagai aspek kebencanaan seperti geoteknik, hidrologi, dan hidrogeologi.

    Selain itu, kerja sama antara Prodi Teknik Sipil UPER dengan industri konstruksi juga menjadi langkah nyata dalam mengaplikasikan teori ke dalam praktik. Melalui penelitian dan kegiatan sosial seperti pembuatan peta evakuasi bencana alam, mahasiswa dapat mengasah keterampilan mereka secara langsung di lapangan.

    Baca juga:  Ahli Waris Lahan Bojong-Bojong Malaka Sebut Tak Mengenal Kasno

    Dukungan penuh dari Rektor Universitas Pertamina, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir MS., untuk mengintegrasikan pendidikan dengan praktik di industri menjadi kunci dalam mempersiapkan mahasiswa untuk menghadapi tantangan di dunia nyata. Program-program seperti Lulusan Merah Putih juga memberikan kesempatan bagi lulusan terbaik untuk langsung terjun ke dunia kerja, termasuk di Pertamina Grup.

    Untuk para calon mahasiswa yang tertarik, Universitas Pertamina saat ini membuka peluang untuk bergabung melalui https://pmb.universitaspertamina.ac.id/. Dengan memahami pentingnya bangunan yang tangguh terhadap bencana, para calon insinyur sipil dapat menjadi bagian dari solusi dalam membangun infrastruktur yang aman dan berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. (LH)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...
    Berita terbaru
    Berita Terkait