close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28 C
Jakarta
Kamis, Juli 25, 2024

Aliansi NTT Protes Proses Seleksi Akpol, Tuntut Transparansi dan Keadilan

spot_img

Jakarta | VoA – Aliansi warga Nusa Tenggara Timur (NTT) yang berada di Jabodetabek menggelar aksi protes terkait proses seleksi perekrutan calon taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Dalam pernyataan resminya, aliansi yang diberi nama “NTT Menggugat” menyoroti bahwa dari 11 calon taruna Akpol yang lolos seleksi, hanya 3 di antaranya merupakan asli kelahiran NTT.

“Kami berkumpul di sini sebagai bentuk keprihatinan terhadap generasi muda NTT. Ini sangat memprihatinkan dan kami melihat ini sebagai bentuk kedzoliman,” ujar Emanuel, koordinator aliansi NTT Menggugat, Senin (08/07/2024)

Baca juga:  DPD SWI Kota Depok Gelar Dialog Publik Bahas Perpres Publisher Rights dan Kualitas Jurnalisme

Aliansi ini menegaskan bahwa selama ini, ketika Kapolda NTT berasal dari daerah tersebut, kuota untuk calon taruna asli NTT selalu maksimal. Namun, ketika Kapolda bukan dari NTT, kuota tersebut tampak diabaikan.

Mereka berharap agar pihak kepolisian bersikap lebih objektif dalam proses perekrutan, termasuk memberikan kuota khusus bagi anak-anak NTT.

“Dari 11 calon, kami meminta 100 persen berasal dari NTT,” tambah Emanuel.

Baca juga:  Meningkatkan Keahlian Warga, RW 07 Kolaborasi dengan Rumah Siap Kerja 

Sebagai langkah lanjutan, aliansi ini berencana mengirim surat kepada Kapolri untuk mengadakan audiensi kedua, serta melakukan aksi di Jakarta maupun di NTT. Mereka juga meminta agar Kapolri mengevaluasi total proses penerimaan calon taruna Akpol di NTT, yang menurut mereka terindikasi nepotisme.

“Kami menduga ada nepotisme dalam prosesnya, terlihat dari nama-nama yang lolos seleksi. Publik juga mengetahuinya,” jelas Emanuel.

Baca juga:  Bupati Pemalang bersama TP PKK dan OPD Terkait Melaksanakan Penghijauan, Menanam 200 Bibit Pohon Mangga di TPA Pesalakan

Aliansi NTT Menggugat juga menuntut panitia seleksi untuk membuka secara transparan hasil seleksi para calon taruna Akpol, termasuk jumlah yang lulus dan tidak lulus serta nilai-nilai mereka.

“Kami berharap panitia membuka secara transparan hasil seleksi ini kepada publik,” tutup Emanuel. (yn/ed)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait