close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

25.6 C
Jakarta
Sabtu, Juli 13, 2024

Peserta Calon PTPS Lubuklinggau Menelan Kecewa Akibat Dugaan Ketidaktransparanan Panitia

spot_img

Lubuklinggau | VoA – Pada Seleksi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, muncul dugaan ketidaktransparanan dalam proses seleksi yang dianggap tidak adil oleh sejumlah pendaftar.

Salah satu warga berinisial WN, memberikan pengakuan tentang ketidaktransparanan tersebut, terutama terkait kurangnya komunikasi kepada calon anggota PTPS di Kelurahan Ulak Surung.

Menurut WN, kekecewaan nya datang saat ia gagal menjadi anggota PTPS karena dianggap kurang memenuhi persyaratan, yaitu tidak melampirkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). WN menjelaskan bahwa ketika mengembalikan berkas pendaftaran, ia sudah memberi tahu panitia penerima PTPS bahwa ia belum dapat melengkapi nya karena toko fotokopi tutup dan kondisi cuaca buruk.

Baca juga:  Optimalkan Program SK Inpassing, Koordinasi FGSNI dengan Pembina Dr. H. Khamim Zarkasy

Juni, salah satu panitia, dikatakan telah memberikan izin untuk melengkapi berkas saat wawancara mendatang.

“Bawa saja  syarat yang kurang saat wawancara nanti, nanti  kami kabari langsung mengingat nomor telpon kamu sudah tertera di absen ini atau berkas kamu dibawa saja dulu, nanti kembali lagi dengan kami untuk melengkapinya,” ujar WN meniru ulang perkataan yang di sampaikan Juni kepadanya, Minggu (14/01/2024)

Namun, saat WN berbicara langsung dengan panitia, terjadi kontradiksi. Juni tidak mengakui pernyataannya sebelumnya dan malah mengklaim bahwa peserta telah diberitahu untuk melengkapi berkas keesokan harinya. Hal ini mengecewakan WN, karena hingga saat ini, panitia tidak menghubungi nya dan tidak memberikan konfirmasi mengenai statusnya.

Baca juga:  Asmada Run 2023, Suksesnya Lomba Lari Alumni SMA Negeri 2 Wonosobo

Ketika WN mendatangi Gedung PGRI tempat wawancara peserta PTPS berlangsung, ia dikejutkan dengan informasi bahwa ia tidak masuk karena kurangnya fotokopi KTP dan tidak mengikuti jadwal yang telah ditentukan. WN merasa seperti menjadi korban prank, karena tak seorang pun dari panitia yang menghubungi nya untuk melengkapi nya.

“Sangat di sayangkan mengapa harus terjadi seperti ini apa susahnya untuk komunikasi langsung kepada pendaftar kan bisa melalui telpon atau pesan whatsapp. Saya seperti merasa di prank,” ucapnya menahan kesal dan kecewa.

Baca juga:  Serunya Futsal Siswa SD se-Kecamatan Wonokromo di SDN 1 Sawunggaling

Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Pengawas PTPS se-Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, Lefri Yanto, mengatakan bahwa tidak dapat membantu karena nama-nama pendaftar telah diumumkan di akun Facebook Panwaslu Kecamatan Lubuklinggau Utara 2 dan peserta yang lulus telah dimonitor oleh Kota.

WN berharap agar kejadian ini tidak terulang di kecamatan lain saat melakukan seleksi anggota PTPS. “Semoga kejadian saya ini tidak terjadi dengan lainnya,” tutupnya. (wewen)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait