close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.3 C
Jakarta
Selasa, Juli 16, 2024

Klarifikasi Kepala UKP Pemalang Terkait Dugaan Sabotase Operasional Pengangkutan Sampah

spot_img

Pemalang | VoA – Kepala Unit Kerja Pengangkutan (UKP) Pemalang, Kuntoyo, menegaskan bahwa dirinya tidak pernah berniat untuk melakukan sabotase atau tindakan konyol yang melanggar tugas dan tanggung jawabnya. Pernyataan ini disampaikan Kuntoyo setelah dirinya memenuhi panggilan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Pemalang, menyusul polemik yang muncul di masyarakat terkait pengangkutan sampah beberapa waktu lalu.

Kuntoyo menjelaskan bahwa sejak 13 dan 15 Juni 2024, dirinya telah melakukan komunikasi dengan pimpinan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengenai pencairan anggaran operasional pengangkutan sampah untuk UKP. Namun, komunikasi tersebut dirasa sangat sulit.

Baca juga:  Sertijab PJU Polres Lubuklinggau di Sambut Hangat oleh Anggota

“Bahkan dalam beberapa minggu dan bulan terakhir, kami terpaksa mencari pinjaman untuk memenuhi kebutuhan biaya operasional pengangkutan sampah,” ujar Kuntoyo, Jumat (28/6/2024).

Kondisi ini mengakibatkan UKP tidak bisa melaksanakan kegiatannya karena belum adanya pencairan Biaya Operasional Pengangkutan (BOP) untuk bahan bakar minyak (BBM). Kuntoyo menambahkan bahwa dirinya mengamankan kunci armada pengangkutan sampah sebagai tanggung jawab dalam menjaga aset selama masa libur kegiatan.

“Tuduhan sabotase itu kurang tepat. Saya memang menghentikan operasional pengangkutan sampah karena anggaran BOP untuk BBM belum turun,” jelas Kuntoyo.

Baca juga:  Jumat Berkah, Ormas 234 SC DPC Pemalang Bangun Inspirasi dan Bantu Sesama

“Rekan-rekan media bisa langsung mengklarifikasi kepada pimpinan saya, Kepala DLH Pemalang, untuk kebenarannya,” tambahnya.

Kuntoyo merasa perlu memberikan klarifikasi ini agar masyarakat mendapatkan informasi yang benar. “Permasalahan yang ada di dalam UKP adalah tanggung jawab bersama dengan Dinas Lingkungan Hidup,” tegasnya.

Pernyataan ini disampaikan Kuntoyo menanggapi pemberitaan di media yang menyebutkan bahwa seorang oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pemalang diduga melakukan sabotase dengan mengambil kunci truk sampah, yang mengakibatkan penumpukan sampah di berbagai lokasi tempat pembuangan sampah sementara.

Baca juga:  Acara Rapat Koordinasi Gugus Tugas "Kabupaten Layak Anak" (KLA) Tahun 2024 Kabupaten Pemalang

“Ada oknum ASN yang membuat surat edaran pada sopir sopir yang isinya untuk menghentikan pengangkutan sampah. Selain itu, kunci mobil pengangkut sampah juga diambil oleh oknum tersebut sehingga terjadi penumpukan sampah dimana mana,” jelasnya.

“Terkait dengan oknum ASN yang melakukan sabotase, nanti akan ada pemeriksaan lebih lanjut. Untuk tindak yang diambil harus menunggu hasil pemeriksaan terlebih dahulu,” pungkas Kuntoyo. (Eko B Art).

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait