close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

28 C
Jakarta
Kamis, Juli 25, 2024

Progres Pembangunan SMA/SMK di Watukumpul Memasuki Tahap Kajian Kebutuhan Pendirian

spot_img

Pemalang | VoA – Pembangunan SMA/SMK Negeri di Watukumpul terus mengalami perkembangan. Saat ini, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Pemalang sedang melaksanakan kajian pendirian sebagai salah satu persyaratan utama untuk merealisasikan pembangunan tersebut.

“Kajian ini bertujuan untuk mengetahui proyeksi jumlah lulusan SMP di wilayah Watukumpul, data jumlah anak usia sekolah 7-18 tahun, serta angka partisipasi sekolah,” ujar Dra. Titien Soewastiningsih Soebari, selaku Sekretaris Dindikbud Pemalang, di kantornya, Senin (1/7/2024).

Titien Soebari menjelaskan bahwa selain kajian demografi, pihaknya juga meneliti kondisi geografis dari lokasi yang diajukan oleh masyarakat dan Kecamatan Watukumpul. Penelitian ini meliputi akses jalan dan transportasi, serta kajian tentang kerawanan bencana, tanah bergerak, dan dampak lingkungan.

Baca juga:  Pemkab Pemalang Bersama Diskominfo Menggelar Talk Show Sosialisasi Peringatan Hari Jadi Kabupaten Pemalang Ke 449 Tahun 2024

“Semua aspek tersebut harus dikaji untuk mengetahui dampak lalu lintas, jalur akses, serta dampak bagi masyarakat sekitar. Selain itu, perlu juga persiapan Analisis mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL),” jelas Titien Soebari.

Ia menambahkan bahwa lingkungan sekolah yang dibangun nantinya akan dilengkapi dengan fasilitas MCK dan sanitasi bersih. Oleh karena itu, penting untuk memastikan bahwa pembangunan ini tidak akan mencemari lingkungan sekitar.

Baca juga:  Lapas Kelas II A Labuhan Ruku Gandeng KPU Batu Bara Laksanakan Simulasi Pemungutan dan Perhitungan Suara di TPS

Setelah kajian ini selesai, tim kerjasama daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten akan bertemu untuk menyelesaikan perjanjian kerjasama. Salah satu poin penting dalam perjanjian ini adalah penghibahan tanah atau lahan untuk pembangunan sekolah. Saat ini, progres pengadaan lahan sedang dilakukan oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim) Pemalang.

“Dindikbud Provinsi juga memberikan wacana agar yayasan sekolah SMA/SMK swasta di wilayah Pemalang mempertimbangkan penghibahan sekolahnya untuk dijadikan sekolah negeri. Tentunya dengan kompensasi, seperti pengakomodiran atau pemberdayaan guru dan karyawan yang berada di sekolah tersebut,” tambah Titien Soebari.

Baca juga:  "Personality, Sarpras dan Pendanaan" Menjadi Poin Penting Dalam Rapat Konsolidasi Diskoperindag Tahun 2024

Perjanjian Kerja Sama antara Kabupaten dan Provinsi akan dilaksanakan melalui surat kuasa dari Bupati kepada Sekretaris Daerah (Sekda) dan dari Gubernur kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi. Pada titik inilah perjanjian kerjasama pembangunan SMA/SMK akan ditandatangani.

“Pada prinsipnya, semua kajian dari Dindikbud Pemalang akan siap pada bulan Juli tahun 2024 ini,” tutup Titien Soebari. (Eko B Art)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait