26.4 C
Indonesia
Ming, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 21 April 2024 | 9:31:21 WIB

    Surat Edaran, Kapolri Perintahkan “Kapolda dan Kanit Res Jajaran Tangkap Korak Debt Collector atau Mata Elang

    spot_img

    Surabaya | VoA – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, memerintahkan pada seluruh Kanit Res jajaran, Perintah Kapolda laksanakan giat Oprasi Premanisme dengan sasaran utama adalah “Debt Collector atau biasa disebut mata elang. Pelaksanakan Penertiban, Pendataan, dan Penindakan Hukum tersebut menunggu jukrah dari Polda, dalam keterangan tertulis kepada wartawan (24/3/24)

    Kapolri juga mengatakan, bila dijumpai adanya Debt Collector /atau mata elang, segera amankan, geledah badan dan bila di temukan sajam segera proses, namun bila tidak” panggil pihak leasingnya dan lakukan penghimbauan, supaya tidak melakukan perampasan di jalan, ujarnya.

    Jenderal Listyo Sigit Prabowo dengan tegas mengatakan, Laporkan kegiatan Debt Collektor setiap hari ke Polres atau ke Polsek setempat untuk melakukan pendataan terhadap (LP) yang melibatkan Debt Collector dan jadikan atensi penanganan, tangkap, tahan, (jo) kan 55 56, kepada pihak yang menyuruh, baik Perseorangan atau Leasing.

    Baca juga:  Empat DPD RI Jatim Terpilih, Hanya Tiga Yang Miliki Rekam Jejak

    HIMBAUAN PENGADILAN

    Jenderal Listyo Sigit Prabowo juga menerangkan bagi masyarakat” jika menemui Debt Collector hendaklah masyarakat gerebeg tangkap (catatan: serahkan ke polisi / Polres atau Polsek terdekat). Karena mereka tidak jauh bedanya seperti para begal, Mereka termasuk melakukan pembegalan terang- terangan yang  mengatasnamakan debt colector, Leasing, tegasnya.

    Viralkan!!

    Dalam keterangan tertulis kepada wartawan itu Kapolri menerangkan” dengan adanya Informasi ini untuk  dapat dibagikan kepada semua rakyat Indonesia. Agar masyarakat mengetahui adanya himbauan dari Kapolri dan tidak menjadi korban intimidasi serta diteror oleh yang namanya Dept Colektor/ mata elang.

    Dilain pihak, Bank Indonesia dalam Surat Edaran BI No. 15/40/DKMP tanggal 23 Sep 2013 telah mengatur bahwa syarat uang muka/DP Kendaraan Bermotor melalui Bank minimal adalah 25% untuk roda dua (2) dan 30% bagi Kendaraan roda tiga (3) atau lebih untuk tujuan Nonproduktif serta 20% bagi roda tiga (3) atau lebih untuk keperluan Produktif.

    Baca juga:  Breakingnews : Dikabarkan Meninggal Dunia Sultan Buton Ke 40, Dr. H. Lm. Izzat Manarfa Beredar Di Medsos

    Adapun Kementerian Keuangan juga telah
    mengeluarkan Peraturan yang melarang Leasing atau Perusaha’an pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No.130/PMK.010/ 2012 tentang pendaftaran Fidusia bagi Perusahaan Pembiayaan yang dikeluarkan Tanggal 7 Oktober 2012.

    Menurut Undang- undang No 42 Tahun 1999, Fidusia adalah suatu proses mengalihkan hak milik atas suatu benda dengan dasar kepercayaan, tapi dengan catatan benda tersebut masih dalam penguasaan pihak yang mengalihkan. Jika kendaraan anda akan ditarik Leasing, mintalah surat Perjanjian Fidusia dan sebelum ada surat Fidusia tersebut jangan bolehkan penagih membawa kendaraan anda karena jika mereka membawa sepucuk surat Fidusia (yang ternyata adalah PALSU) silakan anda bawa ke Hukum, Pihak Leasing akan didenda minimal Rp 1,5 milyar.

    Baca juga:  Tol Surabaya - Mojokerto (Sumo), Konektivitas Jalur Logistik Nasional Jawa Timur bagian Barat

    Kita sebagai debitur membayar biaya jaminan Fidusia tersebut. Pihak Leasing wajib mendaftarkan setiap transaksi kredit di depan Notaris atas Perjanjian Fedusia ini. Jelasnya.

    Karena perjanjian Fidusia ini melindungi aset konsumen, Leasing tidak bisa serta merta menarik kendaraan yang gagal bayar. Maka dari itu melalui perjanjian Fidusia, alur yang seharusnya terjadi adalah pihak Leasing melaporkan ke Pengadilan. Sehingga kasus anda akan disidangkan dan pihak pengadilan akan mengeluarkan surat keputusan untuk menyita kendaraan anda selanjutnya kedaraan anda akan dilelang oleh Pengadilan dan uang hasil penjualan kendaraan melalui lelang tersebut akan digunakan untuk membayar utang kredit anda ke Perusahaan Leasing, lalu uang sisanya akan diberikan kepada anda. terangnya.

    Tindakan Leasing melalui Debt Collector atau/  Mata elang yang mengambil secara paksa kendaraan dirumah, merupakan bentuk tindak pidana pencurian. (okik)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...
    Berita terbaru
    Berita Terkait