27.4 C
Indonesia
Ming, 25 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 | 15:23:31 WIB

    Antisipasi Stunting, IWO Sumsel dan BKKBN Jalin Kerjasama

    spot_img

    PALEMBANG | VoA – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama Pengurus Wilayah (PW) Ikatan Wartawan Online (IWO) Sumatera Selatan (Sumsel), siap menjalin kerjasama dalam sosialisasi informasi, tentang upaya BKKBN Sumsel untuk mengantisipasi Stunting di Sumsel. Hal itu terungkap, saat PW IWO Sumsel silaturahmi ke Kantor Perwakilan BKKBN Sumsel, Jumat (14 Desember 2023).

    Bentuk kerjasama ini, menurut Efran, Ketua IWO Sumsel, semua media yang berada dalam keanggotaan IWO se-Sumsel, siap membantu berbagai informasi tentang upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Sumsel yang dilakukan Kantor Perwakilan BKKBN Sumsel.

    “Kami di IWO Sumsel, memiliki jaringan di tujuh belas kabupaten dan kota. Jadi kalau ada informasi dari BKKBN Sumsel, terutama yang berkaitan dengan upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting, kita akan bantu sepenuhnya, dengan memberdayakan media yang berada di jaringan IWO se-Sumsel,” ujar mantan Ketua Pengurus Daerah (PD) IWO Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) periode 2019-2022.

    Efran menjelaskan, persoalan Stunting menjadi hal penting untuk disosialisasikan ke masyarakat. Namun, secara kasat mata, Efran menilai publikasinya belum sepenuhnya maksimal, sehingga tidak sedikit sebagian warga yang belum mendengar atau bahkan masih asing dengan istilah Stunting.

    Melihat kondisi ini, Efran bersama jajaran PW IWO Sumsel ikut terpanggil, untuk kemudian IWO Sumsel bersama jejaring medianya di Sumsel, ikut bertanggungjawab agar membantu BKKBN untuk menginformasikan tentang upaya pencegahan dan percepatan penurunan Stunting di Sumsel, sehingga informasi tentang Stunting akan lebih menyebar dan mencerdaskan masyarakat.

    Baca juga:  Pemerintah Desa Gondang Berhasil Atasi Stunting Hingga Mencapai 60% Bagi Warga Masyarakatnya

    Kunjungan PW IWO ke Kantor Perwakilan BKKBN Sumsel ini, sekaligus menindaklanjuti instruksi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Pusat (PP) IWO, Dwi Cheristianto, SH, M. Si tentang pentingnya melakukan kerjasama dengan Kantor Perwakilan BKKBN Sumsel.

    Sebab menurut Efran, salah satu Dewan Kehormatan (DK) Pengurus Pusat (PP) IWO di Jakarta, merupakan Kepala BKKBN Pusat, Dr.(H.C.) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG(K). “Jadi kami ini, silaturahmi kami, sekaligus menindaklanjuti instruksi Ketua Umum PP IWO, agar kami di daerah juga melakukan kerjasama dengan BKKBN di Sumsel. Sebab, salah satu Dewan Kehormatan PP IWO di Jakarta, adalah Pak Hasto, yang juga Kepala BKKBN Pusat,” urainya.

    Melalui silaturahmi kali itu, Efran berharap agar BKKBN Sumsel bersama PW IWO Sumsel bisa menjalin kerjasama secara rutin dalam penyebaran informasi tentang pencegahan, percepatan penurunan Stunting di Sumsel.

    “Melalui pertemuan ini, kami berharap agar media yang berada di jaringan IWO Sumsel, bisa ikut membantu penyebarluasan infomasi tentang Stunting dari BKKBN, sehingga masyarakat akan lebih mengetahui seluk beluk Stunting dan bagaimana cara mengatasinya,” ujarnya.

    Merespon hal itu, Kepala Kantor Perwakilan BKKBN Sumsel, Mediheryanto, SH, MH menyatakan, Stunting hingga saat ini masih menjadi persoalan serius yang harus segera diantisipasi.

    Sebab menurut alumnus Universitas Muhammadiyah Palembang (UMP) ini, Stunting merupakan gangguan pertumbuhan dan perkembangan pada anak, sebagai akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang serta stimulasi lingkungan yang kurang mendukung, yang ditandai dengan tinggi badan anak yang berada di bawah standar. “Tentu hal ini, sampai sekarang masih menjadi persoalan serius yang menjadi tanggungjawab bersama,” ujar Medi.

    Baca juga:  Hari Ini Nur Alam Tiba di Kendari, Dengan Menggunakan Pesawat Garuda

    Medi menjelaskan, Program Percepatan Penurunan Stunting (PPS) saat ini menjadi program prioritas nasional, karena Stunting menjadi ancaman serius bagi bangsa Indonesia dalam mewujudkan generasi emas di tahun 2024, yaitu generasi yang berkualitas dan berdaya saing sebagai agen pembangunan bangsa.

    Sebagaimana dilansir bkkbn.go.id, kondisi saat ini, prevalensi stunting di Indonesia masih cukup tinggi yaitu 21,6 persen di atas batas toleransi yang ditetapkan badan kesehatan dunia atau WHO yaitu 20 persen.

    Menurut Medi, hingga saat ini berbagai upaya telah dilaksanakan oleh pemerintah mulai dari penguatan regulasi, hingga penggalangan komitmen bersama dalam intervensi spesifik dan sensitif percepatan penurunan Stunting. “Hal itu dilakukan mulai dari pusat hingga daerah dengan melibatkan mitra strategis,” tambahnya.

    Guna mewujudkan capaian dari terget dari upaya percepatan penurunan Stunting ini, menurut Medi, BKKBN menggunakan dua pendekatan, yaitu; multi sektor dan multi pihak.

    Multi sektor, menurut Medi, BKKBN menjalin kerjasama semua sektor baik di pusat, provinsi, kabupaten atau kota sampai di kelurahan dan desa.

    Hal ini dilakukan, menurut Medi, guna memaksimalkan upaya percepatan dan penurunan Stunting yang terencana dengan sistematis, komprehensif dan terarah, yang melibatkan seluruh pemangku kepentingan. “Tujuannya untuk melakukan kegiatan percepatan dan penurunan Stunting secara bersama-sama dan berkelanjutan,” tegasnya.

    Sementara, multi pihak menurut Medi, BKKBN menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, untuk mempercepat penurunan prevalensi Stunting di Sumsel atau secara umum di Indonesia. “Menjalin kemitraan dengan multi pihak tentu dengan melakukan MoU dengan semua pihak untuk kemudian para pihak ikut serta dalam upaya percepatan dan penurunan Stunting,” tegasnya.

    Baca juga:  Gempa Mengguncang Trenggalek, Jawa Timur

    Diantara pihak yang penting hadir dalam program ini, adalah Media atau pers. Sebab Pers merupakan satu diantara pihak yang sangat penting untuk dijadikan mitra dalam upaya percepatan penurunan Stunting.

    “Oleh karena itu, media perlu ikut turun tangan langsung untuk menggaungkan stunting, baik dari istilah, definisi, dampak hingga penanganannya di tengah-tengah masyarakat, sehingga informasi tentang Stunting ini dapat memberi pemahaman yang maksimal,” tegas Medi.

    Mengapa media atau pers menjadi penting hadir? Sebab menurut Medi, salah satu fungsi media itu melakukan edukasi (pendidikan) kepada publik. “Salah satu fungsi media itu memberikan edukasi kepada masyarakat, termasuk program-program pemerintah, termasuk Stunting di dalamnya. Makanya kami sangat terbuka kepada pers, karena kami sangat terbantu untuk sosialisasi ke masyarakat,” tambahnya.

    Pada silaturahmi itu, selain Mediheryanto, SH, MH, Kepala Perwakilan BKKBN Sumsel, hadir juga Mukminin, SH M.Si, Sekretaris Badan (Sekban) Perwakilan BKKBN Sumsel, serta Taruna Rosivelt. SH M.Hum, Ketua Tim Advokasi Perwakilan BKKBN Sumsel.

    Sementara Pengurus IWO Sumsel yang berkesempatan hadir; Efran, Ketua IWO Sumsel, Imron Supriyadi, S. Ag, M. Hum, Sekretaris dan Yuli Afriyani, Bendahara.

    Silaturahmi diakhiri dengan foto bersama, dan merencanakan kerjasama lanjutan antara BKKBN dan IWO Sumsel, dalam upaya penguatan informasi dan sosialisasi tentang pentingnya pencegahan dan upaya penurunan Stunting melalui jaringan media anggota IWO Sumsel. (Tim)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...
    Berita terbaru
    Berita Terkait