22.4 C
Indonesia
Ming, 25 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 | 16:40:04 WIB

    Peserta Calon PTPS Lubuklinggau Menelan Kecewa Akibat Dugaan Ketidaktransparanan Panitia

    spot_img

    Lubuklinggau | VoA – Pada Seleksi Pengawas Tempat Pemungutan Suara (PTPS) se-Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, muncul dugaan ketidaktransparanan dalam proses seleksi yang dianggap tidak adil oleh sejumlah pendaftar.

    Salah satu warga berinisial WN, memberikan pengakuan tentang ketidaktransparanan tersebut, terutama terkait kurangnya komunikasi kepada calon anggota PTPS di Kelurahan Ulak Surung.

    Menurut WN, kekecewaan nya datang saat ia gagal menjadi anggota PTPS karena dianggap kurang memenuhi persyaratan, yaitu tidak melampirkan foto kopi Kartu Tanda Penduduk (KTP). WN menjelaskan bahwa ketika mengembalikan berkas pendaftaran, ia sudah memberi tahu panitia penerima PTPS bahwa ia belum dapat melengkapi nya karena toko fotokopi tutup dan kondisi cuaca buruk.

    Baca juga:  Hadi Tjahjanto: Warga Rempang yang Menyetujui Relokasi Akan Secepatnya Memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM)

    Juni, salah satu panitia, dikatakan telah memberikan izin untuk melengkapi berkas saat wawancara mendatang.

    “Bawa saja  syarat yang kurang saat wawancara nanti, nanti  kami kabari langsung mengingat nomor telpon kamu sudah tertera di absen ini atau berkas kamu dibawa saja dulu, nanti kembali lagi dengan kami untuk melengkapinya,” ujar WN meniru ulang perkataan yang di sampaikan Juni kepadanya, Minggu (14/01/2024)

    Namun, saat WN berbicara langsung dengan panitia, terjadi kontradiksi. Juni tidak mengakui pernyataannya sebelumnya dan malah mengklaim bahwa peserta telah diberitahu untuk melengkapi berkas keesokan harinya. Hal ini mengecewakan WN, karena hingga saat ini, panitia tidak menghubungi nya dan tidak memberikan konfirmasi mengenai statusnya.

    Baca juga:  Mantan Karyawan Kontrak Laporkan WE Hotel ke Disnaker Kota Lubuklinggau

    Ketika WN mendatangi Gedung PGRI tempat wawancara peserta PTPS berlangsung, ia dikejutkan dengan informasi bahwa ia tidak masuk karena kurangnya fotokopi KTP dan tidak mengikuti jadwal yang telah ditentukan. WN merasa seperti menjadi korban prank, karena tak seorang pun dari panitia yang menghubungi nya untuk melengkapi nya.

    “Sangat di sayangkan mengapa harus terjadi seperti ini apa susahnya untuk komunikasi langsung kepada pendaftar kan bisa melalui telpon atau pesan whatsapp. Saya seperti merasa di prank,” ucapnya menahan kesal dan kecewa.

    Baca juga:  Peningkatan Pelayanan Publik, Evaluasi Pensiun dan Adaptasi Perubahan di BKD Pemalang

    Menanggapi hal tersebut, Ketua Kelompok Kerja Pembentukan Pengawas PTPS se-Kecamatan Lubuklinggau Utara 2, Lefri Yanto, mengatakan bahwa tidak dapat membantu karena nama-nama pendaftar telah diumumkan di akun Facebook Panwaslu Kecamatan Lubuklinggau Utara 2 dan peserta yang lulus telah dimonitor oleh Kota.

    WN berharap agar kejadian ini tidak terulang di kecamatan lain saat melakukan seleksi anggota PTPS. “Semoga kejadian saya ini tidak terjadi dengan lainnya,” tutupnya. (wewen)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...
    Berita terbaru
    Berita Terkait