22.4 C
Indonesia
Ming, 25 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 | 16:02:42 WIB

    Ada Apa…!! KPM Belum Terima Undangan dan Barcode, Distribusi Bansos Beras 10kg di Kabupaten Serang Tertunda di Balai Desa

    spot_img

    Serang | VoA – Bantuan pangan beras kembali digulirkan Pemerintah kepada 22 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dimulai sejak 2 Januari 2024 lalu. Penugasan penyaluran bantuan pangan beras ini, Pemerintah percayakan kepada Bulog. Hal ini karena Bulog dinilai mampu dan berhasil menjalankan program-program Pemerintah sebelumnya.

    Tahun 2024 ini, Pemerintah telah mencatat adanya peningkatan jumlah penerima bantuan pangan beras sekitar 8 persen dibandingkan jumlah penerima ditahun sebelumnya yang berjumlah 21,3 juta KPM.

    Pemerintah bersama Perum Bulog juga merubah mekanisme penyaluran Bansos Beras 10kg dengan cara menggunakan surat undangan dan barcode yang dikirim dari Subdivre Bulog ditiap Wilayah kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dimasing-masing Daerah.

    Surat undangan yang disertai Barcode tersebut dikirimkan terlebih dahulu sebelum bansos beras 10kg didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM), sesuai data by address by name.

    Setelah surat undangan dan barcode diterima KPM, Subdivre Bulog kemudian akan mendistribusikan Bansos Beras itu ke titik lokasi yang telah ditunjuk dan disepakati oleh KPM bersama Tim Pendamping dimasing-masing Daerah.

    Baca juga:  Optimisasi Penyertaan Modal Negara (PMN) dalam Meningkatkan Kinerja BUMN

    Biasanya titik lokasi penurunan bansos beras 10kg itu dilakukan di kantor Kelurahan atau Kecamatan, hal itu untuk mempermudah pengiriman barang oleh Armada pengangkut bantuan sosial beras 10kg kepada penerima manfaat.

    Tapi baru-baru ini, pendistribusian bansos beras 10kg tersebut ada yang berbeda. Terpantau di dua Kecamatan yakni Ciruas dan Pontang Kabupaten Serang Banten. Bansos beras seberat 10kg itu lebih dulu dikirim sebelum surat undangan dan barcode yang menjadi syarat pengambilan bantuan sosial itu diterima oleh penerima manfaat.

    Seperti di Desa Ranjeng, Kecamatan Ciruas. Bantuan sosial dari Pemerintah berupa 10kg beras dikirim dari Subdivre bulog Serang dan diturunkan di halaman kantor Desa Ranjeng.

    Kepala Desa Ranjeng Sapta Mulyana saat dikonfirmasi di kediamannya membenarkan, pihaknya telah menerima bantuan sosial berupa beras 10kg untuk diserahkan kepada Warganya yang tercatat sebagai penerima manfaat.

    “Sudah, sudah diterima, barangnya ada di kantor Desa, dikirimnya itu kalau gak salah sore sekitar jam setengah lima,” kata dia kepada wartawan, Selasa 30 januari 2024.

    Baca juga:  Jusuf Kalla: Pak Luhut Seperti Kunci Inggris, Kunci Serba Bisa

    Sambung Kepala Desa Ranjeng, dia juga menerangkan bahwa bansos beras 10kg untuk 50 Warganya yang tercatat sebagai penerima manfaat itu sudah beres semua dan tidak ada masalah.

    “Sudah beres semua, gak ada masalah, semuanya ada 50 karung beras untuk 50 penerima manfaat, sudah ya saya buru-buru ada acara,” pungkasnya.

    Keesokannya, ( Rabu, 31 Januari 2024 ) wartawan menyambangi kantor Desa Ranjeng guna memastikan Bansos pangan berupa beras tersebut sudah tersalurkan kepada 50 Warga Ranjeng, yang tercatat sebagai penerima manfaat.

    Namun nyatanya, bansos beras 10kg sebanyak 50 karung itu masih utuh tersimpan di salah satu ruangan kantor Desa Ranjeng, dan belum tersentuh KPM, diduga data penerima manfaat by address by name belum diterima perangkat Desa, sehingga penyaluran bansos beras 10kg ke para penerima manfaat menjadi tertunda bahkan sampai menginap di kantor Desa Ranjeng.

    Terpisah, sebanyak 65 Warga Desa Pontang, Kecamatan Pontang, Kabupaten Serang pun dikabarkan mendapat bantuan sosial beras dari Pemerintah pusat. hal itu dibenarkan oleh Jaenudin salah seorang staff Desa saat dikonfirmasi melalui telepon aplikasi Whatsapp.

    Baca juga:  Ricco Ferdianto: Muda, Berani, Sukses! Mengukir Sejarah di Dunia Bisnis Indonesia

    Jaenudin mengatakan bahwa sebanyak 65 warga Desa Pontang akan mendapat bantuan berupa beras 10kg.

    “Iya ada kang, tapi belum datang, katanya sih sore turunnya, gak banyak cuma 65 karung ukuran 10kg,” ujarnya.

    Namun Jaenudin mengaku tidak mengetahui pasti, siapa saja Warga Desa Pontang yang tercatat sebagai penerima manfaat bantuan beras 10kg dari Pemerintah pusat tersebut.

    “Kalau untuk siapa aja penerimanya saya belum tau karena datanya belum kami terima,” kata dia kepada wartawan saat dikonfirmasi via telepon aplikasi WhatsApp pada Rabu, 31 Januari 2024.

    Mengutip portal badanpangan.go.id penyaluran bantuan pangan yang berasal dari stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di tahun 2024 ini, distribusi bansos pangan beras 10kg akan dilakukan secara bertahap dari januari hingga juni, mengingat jumlah penerima yang tersebar di seluruh Wilayah Indonesia. (Saepuin)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...
    Berita terbaru
    Berita Terkait