22.4 C
Indonesia
Ming, 25 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

22.4 C
Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 | 16:42:30 WIB

    Besok, Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Bebas Bersyarat

    spot_img

    Jakarta | VoA – Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, yang dihukum karena korupsi terkait izin tambang yang merugikan negara sebesar Rp. 4,3 Triliun. Diperkirakan, Alam akan menghirup udara bebas pada Selasa, 16 Januari 2024, setelah menjalani sejumlah putusan hukum yang membingungkan.

    Kabar ini dikonfirmasi oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Jawa Barat, Kusnali, yang menyatakan bahwa Nur Alam akan memulai masa pembebasan bersyaratnya mulai besok.

    Baca juga:  Haknya Dirampas, Halomoan Gultom Lakukan Gugatan Hukum

    “Benar, saya baru pulang dari Sukamiskin, terinfo seperti itu (Nur Alam besok bebas),” ungkap Kusnali, Senin (15/01/2024)

    Meskipun akan bebas, Nur Alam masih diharuskan untuk melaporkan dirinya secara berkala ke Balai Pemasyarakatan (Bapas) hingga masa hukumannya selesai sepenuhnya. Kondisi ini merupakan bagian dari proses pembebasan bersyarat yang diterapkan dalam sistem hukum Indonesia.

    Baca juga:  Perhitungan Cepat KawalPemilu 2024, Prabowo-Gibran Dominasi Suara di Sulawesi Tenggara

    Nur Alam terlibat dalam kasus suap dan gratifikasi terkait sejumlah perizinan tambang. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menahan Nur Alam pada 5 Juli 2017 dan menghukumnya dengan 12 tahun penjara oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat. Pada tingkat banding, Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta meningkatkan hukumannya menjadi 15 tahun penjara sambil mencabut hak politiknya.

    Namun, Mahkamah Agung (MA) mengubah kembali hukuman Nur Alam menjadi 12 tahun, dengan alasan bahwa hanya terbukti melanggar Pasal 12B UU Tipikor mengenai gratifikasi, sedangkan Pasal 3 UU Tipikor tentang memperkaya diri tidak terbukti.

    Baca juga:  Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) Sukses Menggagalkan Rencana Sindikat Peretasan ATM lintas Provinsi

    Nur Alam kemudian mencoba mengajukan peninjauan kembali (PK), namun usahanya kandas. Dalam putusan terakhir, Nur Alam dianggap bersalah karena menyalahgunakan wewenangnya dan merugikan negara sebesar Rp4.325.130.590.137. Kasus ini menjadi sorotan tajam dalam perjalanan hukum Indonesia. (NS)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...
    Berita terbaru
    Berita Terkait