26.4 C
Indonesia
Ming, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 21 April 2024 | 9:06:35 WIB

    Rekonstruksi Kasus Santri di Kediri Memperagakan 55 Adegan

    spot_img

    Kediri | VoA – Perkembangan terbaru muncul dalam kasus kematian Bintang Balqis Maulana, (14) santri PPTQ Al-Hanifiyyah. Polisi telah melimpahkan tahap satu berkas kasus ini ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Kediri.

    Pelimpahan perkara tahap satu sudah dilakukan pada Kamis (29/2) atas tersangka AF dan AK. Polisi menyebut tahap satu untuk dua tersangka lainnya akan dilakukan secepatnya. Sedikitnya ada empat jaksa yang diterjunkan untuk meneliti berkas dan melakukan penanganan kasus lebih lanjut

    Sebelumnya, rekonstruksi kasus penganiayaan santri di Kediri memperagakan 55 adegan. Dari rekonstruksi tersebut, korban mengalami kekerasan dalam tiga waktu yang berbeda hingga akhirnya meninggal dunia.

    Baca juga:  Besok, Mantan Gubernur Sulawesi Tenggara Nur Alam Bebas Bersyarat

    Rekonstruksi kasus santri pondok yang tewas dianiaya ini digelar tertutup di Aula Mapolres Kediri Kota. Saksi dari pihak pondok dan keempat pelaku turut dihadirkan dalam rekonstruksi kali ini.

    Dua dari empat tersangka masih di bawah umur tersebut masuk dalam kategori Anak Berkonflik dengan Hukum (ABH), yang mendapat penanganan khusus.

    Rekonstruksi itu digelar untuk mencocokkan keterangan saksi dan pelaku di berita acara pemeriksaan. Total ada 55 adegan yang diperagakan.

    Sementara menurut polisi, korban mengalami kekerasan dalam tiga waktu, yakni tanggal 18, 21 dan 22 Februari sebelum dinyatakan meninggal dunia esok harinya.

    Baca juga:  Haknya Dirampas, Halomoan Gultom Lakukan Gugatan Hukum

    Dalam penganiayaan itu, korban mengalami kekerasan pukulan di tubuh bagian atas yang dilakukan secara bergantian. Sementara terkait hasil visum, Polres Kediri Kota akan menuangkannya dalam Berita Acara Pemeriksaan.

    Dalam kasus ini, Delapan orang kuasa hukum telah ditunjuk pihak pondok. Menurutnya, para pelaku awalnya tidak ada niatan menyakiti korban. Mereka kerap kali mengingatkan korban untuk menjalankan kewajiban yang menjadi aturan di dalam pondok.

    Baca juga:  Komisi I DPR RI Bersama Pemerintah Sudah Menyetujui Revisi Undang-undang ITE Untuk Dibawa ke Rapat Paripurna DPR RI

    Dari pihak penasihat hukum para tersangka penganiaya, mereka telah mengajukan diversi yang mengarah agar kasus ini di-restorative justice, Hal ini mengingat para terduga pelaku masih di bawah umur.

    Seperti diberitakan, polisi menetapkan empat tersangka dalam kasus tewasnya Bintang. Selain AF, (16,) asal Bali; dan AK, (17), santri asal Surabaya; yang berkasnya sudah dilimpahkan ke Kejari Kabupaten Kediri, ada dua tersangka usia dewasa yang masih di Polres Kediri Kota. Yakni, MN, (18), asal Surabaya; dan MA, (18), santri asal Nganjuk. (okik)

     

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...
    Berita terbaru
    Berita Terkait