26.4 C
Indonesia
Jum, 19 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Jumat, 19 April 2024 | 9:27:27 WIB

    Hadi Pranoto Desak KPK Transparan dalam Tangani Laporan IPW Terkait Dugaan Gratifikasi Ganjar

    spot_img

    Surabaya | VoA – Ketua Dewan Pimpinan Provinsi Keluarga Besar Marhaenis Jawa Timur, Dr. Hadi Pranoto, SH. MH. Mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menerapkan sikap transparansi dan akuntabilitas dalam menangani laporan IPW terhadap Gubernur Jateng periode 2013-2023 Ganjar Pranowo serta Direktur Utama Bank Jateng periode 2014-2023 Supriyatno ke KPK terkait dugaan gratifikasi.

    Meski demikian, Hadi menegaskan, Ganjar adalah pemimpin antikorup bukan seperti yang dilaporkan Sugeng Teguh Santoso.

    Hadi menilai KPK belum memberikan penjelasan yang memadai kepada pelapor, dalam hal ini IPW, mengenai perkembangan laporan tersebut. Hadi juga menyoroti prinsip transparansi dan akuntabilitas kinerja KPK yang akhir ini dipertanyakan oleh publik setelah kasus tindak pidana korupsi terhadap salah satu pimpinan KPK Firli Bahuri mencuat.

    Baca juga:  Bank Jateng Bagi Hadiah dan Kontribusi Besar untuk Kemajuan Daerah di Pemalang

    Pada prinsipnya dalam kepemimpinan Mas Ganjar selalu mengedepankan transparansi dan antikorupsi,” kata Hadi Pranoto Selasa (5/3/2024).dilaporkan Voa.co.id

    Hadi mempersilakan IPW untuk membuktikan dugaan gratifikasi terhadap Ganjar. Dia berharap tidak ada kepentingan politik di balik laporan itu.

    “Jadi dugaannya silakan dibuktikan saja, dan kami berharap tidak ada kepentingan politik di dalamnya. KPK harus transparan dan akuntabel dalam memproses laporan tipikor yang disampaikan oleh masyarakat.

    KPK tidak boleh menganggap bahwa urusan penanganan kasus korupsi di KPK adalah urusan KPK sendiri dan tidak peduli pada harapan publik yang menginginkan keterbukaan,” kata Hadi

    Baca juga:  Komitmen Bawa Perubahan di Saboci Depok, Ahmad Zarkasih Fokus Tangani Persoalan Ini

    Sebelumnya, Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso mengatakan laporan itu berkaitan dengan dugaan penerimaan gratifikasi.

    “Jadi pertama (inisial) S mantan Dirut Bank Jateng 2014-2023, kemudian juga GP.” Dia turut menyertakan bukti pelaporan ke KPK. Sugeng menyebut modus dugaan gratifikasi yang dilaporkan yaitu berupa cashback.

    “IPW melaporkan adanya dugaan penerimaan gratifikasi dan atau suap yang diterima oleh Direksi Bank Jateng dari perusahaan-perusahaan asuransi yang memberikan pertanggungan jaminan kredit kepada kreditur Bank Jateng. Jadi istilahnya ada cashback,” terang, Sugeng.

    “Cashback-nya diperkirakan jumlahnya 16% dari nilai premi. Nah cashback 16% itu dialokasikan 3 pihak. Lima persen untuk operasional Bank Jateng baik pusat maupun daerah, 5,5% untuk pemegang saham Bank Jateng yang terdiri dari pemerintah daerah atau kepala-kepala daerah yang 5,5% diberikan kepada pemegang saham pengendali Bank Jateng yang diduga adalah kepala daerah Jawa Tengah dengan inisial GP,” imbuhnya.

    Baca juga:  Politisi Gerindra dan Ulama Se-Depok Satu Suara Berdoa untuk Prabowo-Gibran

    Laporan itu telah diterima KPK. Kabag Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan KPK akan menindaklanjuti pengaduan yang disampaikan IPW hari ini. Pengaduan itu segera diverifikasi oleh pihak KPK.

    “Kami segera tindaklanjuti dengan verifikasi lebih dahulu oleh bagian pengaduan masyarakat KPK,” ungkap Ali. (okik)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...
    Berita terbaru
    Berita Terkait