23.4 C
Indonesia
Jum, 1 Maret 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

23.4 C
Indonesia
Jumat, 1 Maret 2024 | 1:24:56 WIB

    Kritik sebagai Pilar Ilmu Pengetahuan

    spot_img

    Surabaya | VoA – Kritik merupakan elemen kunci dalam membangun fondasi pengetahuan yang kokoh. Untuk mencapai kritik yang ideal, kita harus memahami bahwa ilmu pengetahuan sendiri sebenarnya adalah bentuk kritik yang dapat menjadi cahaya pemandu untuk menjaga kualitas demokrasi dan mencegahnya terperangkap dalam jerat oligarki dan tirani.

    Kritik dan ilmu pengetahuan saling terkait erat. Tanpa kritik, perkembangan ilmu pengetahuan akan terhenti. Proses mendiskusikan berbagai isu dengan standar ilmiah membantu memahami struktur kehidupan yang tersembunyi, di mana ilmu pengetahuan tidak hanya berpartisipasi, tetapi juga menguasainya.

    Baca juga:  Cak Bhabin ajak Warga Bubutan Sukseskan Pesta Demokrasi 2024

    Etika muncul sebagai hasil kritik terhadap moralitas dan kebenaran. Logika, sebagai produk dari kritik terhadap pemikiran manusia, menjadi dasar dari kemajuan. Sementara itu, perkembangan teknologi dapat ditelusuri kembali ke kritik terhadap praktik-praktik manusia.

    Pentingnya memahami realitas kritik secara rasional dan empiris tidak bisa diabaikan. Dalam menyusun kritik, pengetahuan tentang realitas yang dihadapi dan norma sebagai pedoman adalah esensial. Norma, baik yang bersifat universal seperti hukum alam, dogma agama, konstitusi, maupun hukum positif, harus terus-menerus dikritik agar tetap adaptif.

    Baca juga:  Hari ini BLT El Nino di Sawunggaling dan Ngagel Cair

    Ketika norma dijadikan pedoman, kritik terhadapnya tidak hanya diperlukan, tetapi juga memainkan peran penting dalam menjaga agar norma tersebut dapat dipertanggungjawabkan. Penilaian terhadap kenyataan dari perspektif norma menciptakan kritik yang memungkinkan pemisahan antara yang bernilai dan yang tidak, serta menentukan arti suatu hal dalam kehidupan.

    Dengan demikian, kita dapat menganggap kritik sebagai alat utama untuk membentuk dan memperkuat ilmu pengetahuan. Kritik yang dibangun di atas pondasi pengetahuan tidak hanya melahirkan pemahaman yang lebih dalam terhadap realitas, tetapi juga menjadi landasan yang solid dalam mempertahankan nilai-nilai demokrasi. (Okik)

    Baca juga:  Jokowi Adalah Satu Nama Dalam Tiga Pusaran Keputusan Besar
    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...
    Berita terbaru
    Berita Terkait