27.4 C
Indonesia
Ming, 25 Februari 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

27.4 C
Indonesia
Minggu, 25 Februari 2024 | 15:36:45 WIB

    Workshop Guru Kimia, Mengubah Persepsi Ilmu Sulit Jadi Mudah dan Menyenagkan

    spot_img

    Jakarta | VoA – Dalam ranah ilmu pengetahuan, ilmu kimia tampaknya masih berada di bawah bayang-bayang popularitas disiplin ilmu lainnya. Padahal tak sedikit kontribusinya buat kemaslahatan manusia. Sebut saja peran ilmu kimia dalam pengembangan vaksin dan obat Covid-19. Ilmu kimia juga terlibat dalam mendeteksi virus SARS-CoV-2 dan pengembangan produk desinfektan serta sanitizer yang efektif dalam membunuh virus SAR-CoV-2.

    Kurang populernya ilmu kimia, disebabkan persepsi bahwa kimia adalah ilmu yang sulit dipelajari. Penelitian Priliyanti (2021) mengungkap 48% siswa SMA menganggap pembelajaran kimia tergolong cukup sulit. Faktor eksternal musababnya ditengarai karena metode mengajar yang diterapkan guru, pengaruh negatif teman sebaya, serta keadaan dan waktu pembelajaran yang kurang kondusif.

    Dokumentasi: Suasana kegiatan praktik pembuatan tisu di laboratorium kimia

    Guna meningkatkan ketertarikan masyarakat mempelajari ilmu kimia, Universitas Pertamina (UPER) menggelar kegiatan workshop bagi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Guru Kimia Se-DKI Jakarta pada Kamis, 18 Januari 2024 lalu. Melalui workshop tersebut, para dosen Program Studi Kimia membantu para guru untuk meningkatkan kompetensi mengajar.

    Baca juga:  Mahasiswi Indonesia Didapuk UNICEF Jadi Duta Kesehatan Asia Pasifik

    “Dikenal sebagai salah satu ilmu yang sulit, disiplin ilmu kimia nyatanya memiliki kontribusi yang besar serta pengembangan ilmu memiliki prospek cemerlang. Sebagai institusi pendidikan tinggi, kami menyelenggarakan pelatihan kepada guru kimia di Jakarta untuk memberikan gambaran pembelajaran kimia yang menyenangkan. Melalui implementasi ilmu dalam pembuatan berbagai proyek kimia,” ujar Dr. Nila T. Berghuis, S.Si., M.Si., lulusan program doktoral kimia ITB yang menjabat Ketua Program Studi Kimia UPER (26/1).

    Pelatihan yang diikuti oleh 100 guru kimia di Jakarta itu berfokus pada proyek keberlanjutan. Seperti pembuatan solar panel sederhana dan pembuatan tisu dari limbah tanaman jagung. Melalui partisipasi tersebut, menjadi langkah awal dalam pembelajaran kimia yang inovatif dan berkelanjutan.

    Pada workshop pembuatan tisu dari limbah tanaman jagung, tim Prodi Kimia UPER menyiapkan sampah kulit jagung, ekstrak kulit manggis dan larutan kitosan. Selanjutnya sampah kulit jagung yang telah dihaluskan seperti bubur dicampur dengan ekstrak kulit manggis dan larutan kitosan serta dikeringkan selama 12 jam untuk berubah wujud menjadi tisu.

    Baca juga:  Menghapus Tabu: Inisiatif Mahasiswi Perangi Period Poverty

    Sedangkan pada pelatihan pembuatan solar panel sederhana, tim Prodi Kimia menggunakan Dye Sensitized Solar Cell (DSSC), yaitu alat penyerap cahaya dan pemisah muatan listrik melalui molekul pewarna. Dalam kegiatan tersebut pewarna yang digunakan merupakan pasta blueberry dan pasta buah naga. Hasilnya mendapati bahwa pasta blueberry mampu membantu menyerap cahaya dan menghasilkan listrik lebih banyak.

    “Workshop yang digelar di Lab Kimia Integrasi dan Lab Kimia Dasar berhasil menarik antusiasme dari para peserta. Kami juga membagikan pengetahuan mengenai prospek karir di bidang kimia, menegaskan pentingnya ilmu kimia di berbagai bidang seperti kesehatan, industri, lingkungan, teknologi, hingga kehidupan sehari-hari. Dapat dilihat dari produk di sekitar kita seperti kosmetik, deterjen, dan berbagai bahan konstruksi,” tambah Dr. Nila.

    Baca juga:  Tingkatkan Kapabilitas, 65 Kepsek SMP Pemalang Laksanakan Pembinaan dan Pembekalan Eksklusif
    Dokumentasi: Suasana Kegiatan Workshop MGMP Guru Kimia Jakarta di Universitas Pertamina dalam Pembuatan Solar Sel Sederhana dan Tisu dari Limbah Jagung

    Sementara itu, Prof. Rudy Sayoga Gautama Benggolo, IPU., Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan UPER menyampaikan bahwa Program Studi Kimia UPER menyusun kurikulum yang bersinergi dengan kebutuhan riil masyarakat dan industri.

    “Meskipun kental dengan orientasi ilmu ke ranah sains, ilmu kimia mampu menjawab kebutuhan riil industri. Pada Program Studi Kimia UPER, kurikulum yang disusun berlandaskan upaya mencapai pembangunan berkelanjutan. Dengan keunggulan pada bidang Bioteknologi, Kimia Migas, Kimia Medisinal, dan teranyar kehadiran mata kuliah Kimia Kosmetik. Selain itu, setiap pembelajaran juga didukung oleh dosen ahli dan praktisi dari masing-masing bidang kimia. Hal tersebut menjadikan Prodi Kimia UPER lebih unggul dalam menjawab berbagai tantangan dan permasalahan di sosial dan industri,” ungkap Prof. Rudy.

    Sebagai informasi, saat ini kampus besutan PT Pertamina (Persero) tengah membuka peluang untuk berkuliah di UPER. Bagi calon mahasiswa yang tertarik, dapat mengakses informasi selengkapnya melalui Universitas Pertamina. (lh)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    eSIM XL Tidak Ada Layanan, Solusi Mengatasinya

    Di era digital ini, kemajuan teknologi semakin memudahkan kita dalam berkomunikasi dan berselancar di dunia maya. Salah satu perkembangan terbaru adalah penggunaan eSIM, yang...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Update Kondisi Solihin Korban Penganiayaan Joni Pengusaha Konveksi di Depok Memperihatinkan

    Depok | VoA - Setelah mendapatkan perawatan di rumah, kondisi Solihin korban penganiayaan pengusaha konveksi (Joni) semakin memburuk. "Pelaku memukuli korban secara terus-menerus ke arah...

    Menduga Kecurangan Rekapitulasi” Ning Lia Minta KPU Hapus Suara Siluman DPD RI di Sirekap Jatim

    Surabaya | VoA - Dugaan kecurangan sistemik dari Sirekap (Sistem Informasi Rekapitulasi) KPU sebabkan jumlah pemilih di satu TPS tertulis lebih dari ratusan pemilih....

    Ketum FGSNI dan Aksi Demo Memperjuangkan Anggaran Inpassing Tahun 2023

    Jakarta | VoA - Pada tanggal 13 Februari 2023, suasana gedung FGSNI dipenuhi semangat perjuangan. Ketua Umum FGSNI, Agus Mukhtar, bersama Kasubdit GTK RI,...

    Dampak Kekecewaan Konsumen Terhadap Pembangunan Perumahan PT Rumahku Surgaku Berbuntut Gugatan ke Pengadilan

    Tangerang | VoA - Pembangunan perumahan yang dipasarkan oleh PT Rumahku Surgaku melalui PT Fidemarko Maruchi Perkasa menimbulkan gelombang kekecewaan di kalangan konsumen. Ketidakpuasan...
    Berita terbaru
    Berita Terkait