26.4 C
Indonesia
Ming, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 21 April 2024 | 9:22:18 WIB

    Pengusaha dan Pemilik Akun” KoncoLawas, sebut ” Lia Istifhama, Putri Singa Podium, Dengan Segala Terjalnya Proses Politik

    spot_img

    Surabaya | VoA – Perjuangan penuh liku, kiranya kalimat itu pantas disematkan kepada sosok Dr. Lia Istifhama, putri dari singa podium KH. Masykur Hasyim, mantan Komandan Banser NU Jawa Timur. Betapa tidak? Sosok ning Lia, memang sarat dengan proses politik yang panjang dan penuh dinamika. kata, Oky pemilik akun (Koncolwas) di sejumlah media sosial juga seorang pengusaha.

    Dimulai ketika namanya mencuat sebagai ‘ning Ceria’ pada 2019, nama ning Lia begitu viral sebagai calon wakil walikota Surabaya kala itu. Ia dikenal memiliki 38 basis relawan dan memiliki grass root kuat. Namun langkah politiknya terhenti ketika ia tidak mendapatkan rekomendasi partai pengusung, sekalipun saat itu PPP sebagai rumah-nya, memberikan sinyal dukungan.

    Menurut hemat saya, semangat tak padam sosok ning Lia ternyata terus berkiprah dengan baju ‘aktivis sosialnya “itu. Parasnya yang ayu jelita menjadi nilai tersendiri sehingga ia pun disebut sebagai perempuan yang memiliki nilai akseptabilitas tertinggi. Banyak forum yang menjadi jembatannya untuk terus berkiprah di tengah publik, di antaranya sebagai Ketua Perempuan Tani HKTI Jatim dan Sekretaris MUI Jatim.

    Baca juga:  Pelantikan KPPS Desa Kedung dan Komitmen Menuju Demokrasi Berkualitas

    CANTIK, istilah yang disematkannya sebagai perwujudan peran ‘cerdas, inovatif, kreatif’, menjadi identitas utama sosok pemilik postur tubuh tinggi semampai itu, sekalipun kecantikannya menjadi salah satu alasan ia diterima dan dikenal publik, namun sosok ning Lia ternyata mampu membuktikan konsistennya menolak istilah ‘beauty privilege’.

    Warna tersendiri pun ia kuatkan ketika maju sebagai calon DPD RI dapil Jatim. ia mampu menonjolkan kekuatan ‘rekam jejak’ sebagai nilai tawarnya untuk menarik simpati masyarakat. Sekalipun, ia memiliki faktor lain yang seharusnya lebih cepat diterima publik, yaitu unsur ‘eye catching’nya. Bahkan ia mampu menampilkan sosok perempuan yang memiliki wibawa, yaitu ketegasan dan ketangguhan, sekalipun kaum adam manapun pasti mudah terpesona dengan keanggunan sikap dan merdunya suara si aktivis itu.

    Baca juga:  Hadi Pranoto Desak KPK Transparan dalam Tangani Laporan IPW Terkait Dugaan Gratifikasi Ganjar

    Dan ning Lia nyatanya berhasil menunjukkan kepada publik. Kekuatannya membangun rekam jejak dengan seringnya turun secara langsung menyapa masyarakat serta kecerdasan yang ia tuang melalui beragam tulisan dan gagasannya, berhasil mengantarkannya sebagai pendatang baru dengan suara terbanyak se Indonesia, untuk kategori perempuan.

    Pada akhirnya, ning Lia tetap ning Lia. Ia masih sangat mampu menunjukkan kesederhanaan dan sikap humble sekalipun ia keponakan orang nomer satu di Jatim, yaitu Khofifah Indar Parawansa. Kekagumannya kepada Ketua Umum Muslimat NU yang acapkali mendapat penghargaan internasional tersebut, ditunjukkan ning Lia dengan selalu menyebut Khofifah adalah panutannya, selain ayahandanya yang dikenal memiliki suara menggelegar ketika berorasi melawan ORBA (Orde Baru).

    Baca juga:  Tiga Wilayah Ini Terancam Jadi Sasaran Aksi Balas Dendam OPM Buntut Tewasnya Abu Bakar Kogoya

    Kini Ning Lia telah menjadi senator terpilih yang menanti masa pelantikan. Namun jalan terjal masih saja dilaluinya. Setelah dirinya menjadi korban pencatutan foto dalam sebuah kampanye calon senator lainnya, ning Lia pun menjadi korban serangan ‘hacker’ yang berakibat laman wikipedianya raib, hilang setelah penetapan DPD terpilih. Namun publik tidak akan kehilangan sosok fighter, petarung perempuan, yang melekat di dirinya.

    Lia Istifhama akan tetap menjadi politisi sejati. Ia akan selalu mampu memberikan edukasi politik dimanapun ia berada. Ia akan tetap menampilkan diri sebagai seorang petarung sejati, seperti slogan hidup yang ia tulis dalam profil sosial medianya, ‘Sekali Layar Terkembang, Pantang Mundur Ke Belakang.(koncolawas)

     

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...
    Berita terbaru
    Berita Terkait