26.4 C
Indonesia
Jum, 19 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Jumat, 19 April 2024 | 9:56:12 WIB

    Soal Banjir dan Tembok Roboh, Warga Blok BG Claster Bukit Sakura Desak Pengembang Berikan Solusi

    spot_img

    Jonggol | VoA – Banjir melanda perumahan Citra Indah City Jonggol, tepatnya di Claster Bukit Sakura Blok BG akibat hujan deras pada Minggu, 07 Januari 2024, menimbulkan keprihatinan serius bagi para warga. Bahkan, tembok pembatas perumahan tersebut juga roboh dan semakin menambah permasalahan yang ada di karenakan kecemasan warga adanya warga luar masuk ke dalam lokasi Bukit Sakura tersebut tanpa diketahui oleh petugas keamanan.

    Ketua RT 6 RW 13 Kelurahan Singajaya, Johse, dengan keprihatinan yang mendalam, mengungkapkan perlunya perbaikan seger  saluran air dan tebing yang roboh. Menurutnya, tindakan ini menjadi kebutuhan mendesak untuk mencegah kerugian yang lebih besar di masa mendatang.

    Baca juga:  Mengarungi Banjir, Kisah Heroik Ibu Hamil dalam Perjuangan Menuju Rumah Sakit

    “Setiap hujan deras, daerah perumahan kami pasti banjir, terutama semenjak adanya pembangunan di depan perumahan. Airnya mengalir ke kita dan mengakibatkan beberapa rumah kebanjiran, seperti di blok BG 5 dan 10,” ujar Jhose, Senin (08/01/2023)

    “Dan juga segera memperbaiki tembok batas area yang roboh, waspada jangan sampai warga luar masuk ke dalam lokasi Bukit Sakura tanpa diketahui securiti,” lanjutnya.

    Baca juga:  Komisi A Akan Panggil Camat dan Lurah di Depok, Ini Akar Masalahnya

    lebih jauh di ungkapkannya, sebagai pengurus pihaknya telah melakukan upaya semaksimal mungkin dalam menangulangi kejadian tersebut. termasuk evakuasi warga yang terkena dampak banjir.

    “Kami menyimpan dokumen-dokumen terkait banjir sebagai bukti nyata, jika nanti pihak pengembang ingin melihatnya, “ucap Jhose.

     

     

    Menurut Jhose, pihak pengembang perlu memberikan perhatian khusus terhadap sistem drainase di area perumahan. Respons cepat diperlukan, terutama ketika terjadi kejadian darurat. “Waktu ada kejadian, pasukan kita langsung sweeping area dan resapan. Pembangunan di depan menyebabkan air mengalir ke kita, mengakibatkan beberapa rumah kemasukan air di blok 10,” jelasnya.

    Baca juga:  Kritik Pernyataan Mahfud MD, Jerry Massie Sampaikan Ini

    Pentingnya koordinasi dan komunikasi antara pihak pengembang dan warga pun disoroti oleh Jhose. Pengembang diharapkan dapat mengatasi permasalahan ini secara menyeluruh dengan memperhatikan area drainase dan menerapkan solusi yang efektif dan cepat.

    “Harapannya permasalahan ini cepat di selesaikan, agar kami merasakan kenyamanan. dan kami berharap pihak pengembang lebih memperhatikan lagi terutama untuk cluster-cluster yang lama. Karena jikalau ada kejadian kami binggung harus kordinasi  kemana, ” pungkasnya. (Yn)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...
    Berita terbaru
    Berita Terkait