26.4 C
Indonesia
Ming, 14 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 14 April 2024 | 18:09:32 WIB

    Pengamat Menilai” Kenapa Publik tak Terpincut Memilih Paras Ayu di Surat Suara

    spot_img

    Surabaya| VoASelaku aktivis perempuan juga Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ” foto” Ning Lia Istifhama viral karena di surat suara Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jawa Timur tampak anggun pada Pemilu 2024. Ning Lia menduduki urutan ketiga dengan perolehan 2.739.123, suara dalam perhitungan KPU hingga hari ini. Selasa,(12/03/2024).

    Pengamat menilai masyarakat masih mengedepankan sosok yang terkenal dalam memilih perwakilan daerah ataupun calon legislatif pada hari pencoblosan. Banyak pemilih di daerah pemilihan DPD (dapil) Jawa Timur terkejut saat melihat foto deretan caleg ternama seperti ” Ahmad Nawardi, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti juga Ning Lia Istifhama serta nama Kondang Kusumaning Ayu.

    Baca juga:  Fahmi Khaidir, Caleg PKB Membawa Harapan Lewat 5 Program Unggulan untuk Masyarakat Depok

    Pengamat BRIN, Devi Darmawan menjelaskan bahwa alasan mengapa masyarakat cenderung mencari figur publik saat memilih calon legislatif maupun perwakilan daerah adalah karena begitu perhatiannya mereka terhadap pemilihan tersebut.

    Sebab, sebagian besar dari perhatian masyarakat sudah tersita pada kontestasi calon presiden dan calon wakil presiden, sehingga seringkali mereka tidak mencari tahu lagi lebih dalam mengenai calon-calon kategori yang lain.

    “Kalau riset kami di tahun 2022, itu tentang representasi politik parlemen. Itu menunjukkan bahwa kita ini masih perwakilannya itu simbolik, belum perwakilan yang substantif.

    Baca juga:  Kritik Pernyataan Mahfud MD, Jerry Massie Sampaikan Ini

    Kenapa simbolik? Karena memang pemilihan kita untuk parlemen itu memang betul -betul dianggap sebagai formalitas, kemudian juga pencalonan menjadi anggota DPD, akhirnya juga tidak terlalu membawa aspirasi masyarakat secara substansial,” ungkap Devi.

    Oleh karena itu, ketika dihadapkan dengan nama-nama orang yang tak dikenal, mereka seringkali memilih sosok yang sudah sering mereka jumpai, contohnya seperti aktivis, pegiat sosial atau figur publik.

    Ia menyatakan bahwa peran dan fungsi perwakilan rakyat, baik di tingkat DPR, DPD maupun DPRD, masih dipandang sebagai posisi yang simbolis atau hanya sebagai formalitas oleh para pemilih saat ikut serta dalam pemilihan umum kemarin. Itu sebabnya masyarakat lebih memiliki kecenderungan untuk memilih sosok yang familiar bagi mereka.

    Baca juga:  Elektabilitas Gerindra Tertinggi, Hamzah Sebut Prabowo Menciptakan Dampak yang Luar Biasa

    Kebiasaan seperti itu, menurut Devi, karena ide program dan gagasan menjadi prioritas nomor satu jika disandingkan dengan unsur popularitas atau kharisma kecantikan kolosal seseorang.

    “Masih banyak hal tersebut yamg perlu kita perbaiki di dalam penyelenggaraan situasi dan kondisi pendukung untuk demokrasi kita supaya kita bisa menghasilkan parlemen yang diisi oleh orang-orang yang betul-betul terpilih melalui gagasan,” ujarnya. (okik)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

    Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
    Berita terbaru
    Berita Terkait