26.4 C
Indonesia
Ming, 21 April 2024
close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

26.4 C
Indonesia
Minggu, 21 April 2024 | 8:38:59 WIB

    Ahli Waris Lahan Bojong-Bojong Malaka Sebut Tak Mengenal Kasno

    spot_img

    Depok | VoA – Kasus dugaan perampasan tanah milik adat di Kampung Bojong-Bojong Malaka oleh Kementerian Agama Republik Indonesia untuk proyek Kampus Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Kelurahan Cisalak, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok, kembali mencuat. Salah satu tokoh ahli waris, Kong Piih (80 th), menegaskan ketidaktahuannya terhadap seseorang bernama Kasno.

    “Saya tidak kenal, semua ahli waris tanah Bojong tidak kenal yang namanya Kasno. Siapa dia?” ucap Kong Piih di kediamannya, Selasa, (30/01/2024)

    Pernyataan ini muncul sebagai tanggapan terhadap klaim Kasno yang mengaku sebagai sekretaris paguyuban warga Bojong-Bojong Malaka dan disampaikan melalui media online. Kong Piih menegaskan bahwa satu-satunya kuasa yang dimiliki oleh ahli waris tanah Bojong adalah Yoyo Effendi, Ketua LSM Koalisi Rakyat Anti Mafia Tanah (KRAMAT).

    Baca juga:  Pergantian Tahun Baru, YCDS Santuni Anak Yatim dan Dzikir Bersama

    “Orang itu bicara atas nama siapa? Terus pegang dokumen atas izin siapa? Kalau dia ngaku sebagai kuasa ahli waris, lah kapan ahli waris ngasih kuasa sama orang itu? orang yang diberi kuasa untuk mengurus dan memperjuangkan ahli waris tanah Bojong cuma seorang, namanya pak Yoyo Effendi. Selain dia, ngga ada lagi” ucap lelaki yang lahir di tanah Kampung Bojong-Bojong Malaka tersebut.

    Hal senada juga di katakan, Ali Firdaus (60 th), dia menjelaskan bahwa seluruh ahli waris hanya mempercayai Yoyo Effendi sebagai kuasa yang diamanahkan untuk memperjuangkan hak mereka. Menurut Ali, Yoyo Effendi telah berkomitmen secara maksimal, mulai dari upaya hukum di pengadilan negeri Depok hingga lobi politik.

    Baca juga:  Jumat Curhat Bersama Kasat Binmas Polres Metro Depok di Masjid Jami Baiturrohman Desa Nanggerang Tajurhalang

    “Pak Yoyo sudah lama bekerja untuk kami secara maksimal. Hak kami atas nama warisan orang tua kami pasti akan kembali ke tangan kami,” tandas Ali Firdaus.

    Yoyo Effendi, saat diminta tanggapannya, merespons dengan santai. Dia menyatakan bahwa dia mengenal Kasno dan sebaliknya. Yoyo menceritakan pengalamannya ketika berjuang menjadi anggota KPU Depok tahun 2008, di mana dia mendapat teror mental yang diduga berasal dari Kasno.

    “Saya yakin saya akan kembali lolos dari gangguan orang itu sebagaimana lolosnya saya menjadi anggota KPU Depok,” kata Yoyo Effendi.

    Namun, Yoyo Effendi menegaskan bahwa jika gangguan tersebut mengancam perjuangan ahli waris tanah Bojong, dia akan melawan dengan tegas.

    Baca juga:  Pilkada 2024, Gerindra Bersiap Usung Kader Terbaik

    “Saya cuma mengingatkan, siapapun yang mengganggu perjuangan ahli waris tanah Bojong, jangankan orang yang bernama Kasno, jenderal bintang seribu pun bakal saya tabrak!,” tegas Yoyo Effendi.

    Menanggapi hal itu, Kasno, mengungkapkan bahwa ahli waris terpecah menjadi dua kubu, dan dirinya mengklaim mendapat dukungan dari Abdul Manap, salah satu ahli waris tanah milik adat di Kampung Bojong-Bojong Malaka.

    “Ahli waris terpecah menjadi dua, ada yang ikut bang Samsul ada yang ikut bang Yoyo. Kalau saya di pihaknya bang Samsul. Jadi yang menunjuk saya sebagai tim adalah Abdul Manap salah satu ahli waris tanah milik adat di Kampung Bojong-Bojong Malaka,” jelas Kasno melalui pesan aplikasi whatsapp. (ed)

    spot_img

    TINGGALKAN KOMENTAR

    Silakan masukkan komentar anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini

    Berita Terpopuler

    Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

    Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

    Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

    Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

    Babak Baru Kriminalisasi Pejuang Buruh Perempuan Jawa Timur

    Surabaya | VoA - Dwi merupakan buruh perempuan yang bekerja di PT. Mentari Nawa Satria atau dikenal Kowloon Palace Surabaya pada bagian staff accounting dengan...

    Kiprah Khofifah di Dunia Politik dari Gus Dur Hingga Jokowi Berikut Keponakannya, Lia Istifhama

    Surabaya | VoA- Jika Anda seorang yang menyukai sejarah, maka wanita ini menjadi salah satu yang patut anda selisik lagi kehebatannya dalam sejarah politik...

    Ketua DPC PDI-Perjuangan Mubar Siap Maju di Pilkada Mubar

    MUBAR| VoA - Meski Pleno KPU Kabupaten Muna Barat belum selesai dilaksanakan tapi sudah bisa dipastikan pada pemilihan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD)...

    Korban Penganiayaan di Depok, Gegara Menegur Buang Sampah di Bantaran Kali “Lapor Polisi”

    Depok | VoA - Pengusaha konveksi berinisial JN dilaporkan ke Polisi oleh Solihin (60) terkait penganiayaan yang dilakukan oleh JN, gegara JN tidak terima...
    Berita terbaru
    Berita Terkait