close

SCROLL UNTUK MELANJUTKAN MEMBACA

31.2 C
Jakarta
Kamis, Juli 11, 2024

Imbas Suara Ganjar-Mahfud “Caleg PDIP Cemas” Terancam Tak Dilantik Megawati

spot_img

Surabaya | VoA – Meskipun menang, para caleg PDIP terancam tidak dilantik Megawati Soekarnoputri sebagai anggota DPR RI terpilih pada periode 2024-2029, buntut perolehan suara Ganjar Mahfud yang jeblok.

Intruksi Megawati tersebut bikin para caleg PDIP kini merasa cemas meski unggul perolehan suara di Pemilihan Legislatif (Pileg).

Para caleg PDIP mendapatkan ultimatum dari Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Para caleg PDIP yang lolos berdasarkan perolehan suara tidak serta merta melenggang ke parlemen jika tak memenuhi syarat.

Baca juga:  Jokowi Adalah Satu Nama Dalam Tiga Pusaran Keputusan Besar

Para caleg harus memastikan suara Ganjar-Mahfud di daerah pemilihannya sama atau lebih di daerah pemilihannya. Itu sebagai syarat yang dimaksud

Megawati masih mikir-mikir untuk melantik caleg yang lolos sebagai anggota DPR jika perolehan suara tak setara.

Aturan ini tercantum dalam instruksi PDI Perjuangan dan ditandatangani Ketua Umum Megawati Soekarnoputri serta Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Dua poin wajib yang harus dipenuhi dalam surat tersebut yang menyampaikan”
Pertama, para caleg wajib memenangkan PDIP dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD di setiap TPS, hingga berjenjang ke atas di setiap RT, RW, Dusun, Desa, Kecamatan, Kabupaten/Kota dan Provinsi harus linear antara suara caleg, suara partai dengan suara GP-MMD.

Baca juga:  Dalam Pusaran Homo Imago Dei: Keniscayaan Pilpres Satu Putaran

Kedua, perolehan suara caleg di setiap dapil minimal harus linear, sama dengan perolehan suara pasangan Ganjar-Mahfud atau bahkan harus lebih besar dari suara caleg untuk mencapai target pemenangan Pilpres 2024.

Dimana atas dasar tersebut, bagi caleg yang perolehan suaranya tidak linear dengan perolehan suara Capres dan Cawapres nomor urut 3, maka DPP Partai akan mempertimbangkan caleg tersebut tidak akan dilantik sebagai anggota dewan terpilih Pemilu 2024.

Baca juga:  Kritik sebagai Pilar Ilmu Pengetahuan

Tentu hal ini menjadi pertanyaan yang harus dijawab oleh semua kader. Kenapa sekarang suara Pileg lebih tinggi daripada suara Pilpres.(okik)

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Berita Terpopuler

Hemat Menyala Mitra Merana”  Isi Pesan Karangan Bunga yang Dikirim ke Kantor Gojek

Surabaya | VoA - Para mitra pengemudi Gocar mengirimkan karangan bunga kepada Gojek sebagai aksi damai menolak insentif dengan skema Hemat. Informasi yang telah dihimpun voa.co.id...

Seduluran Abdi Dalem Eyang Joko Dolog serta KPJ dan Warga RW 02 Kompak Bagi Takjil On the Road

Surabaya | VoA - Moment Ramadan tahunan ini selalu dimanfaatkan Kelompok Pemusik Jalanan (KPJ) kota Surabaya untuk berbagi takjil dan buka bersama baik On the...

Pengamat Sepak Bola ASEAN Sebut Kritik Towel Salah Alamat

Surabaya | VoA - Pengamat sepak bola Asean Saleh Ismail Mukadar ikut meramaikan laga Timnas Indonesia. Ia mengatakan sebenarnya yang melakukan kritik terhadap Timnas...

Tahanan Kasus Tipu Gelap Polsek Dukuh Pakis Kabur, Empat Polisi Diperiksa Propam Polrestabes Surabaya

Surabaya | VoA - Saat kepolisian sibuk mengamankan arus mudik dan arus balik lebaran 2024, seorang tahanan Polsek Dukuh Pakis kabur pada Jumat (12/04/2024)...

Fenomena Sosial Warung Madura Cukup Menarik Dikaji, Polemik Ini Direspon Senator Jatim dan Dinkopdag kota Surabaya

Surabaya | VoA - Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) menyatakan tidak pernah melarang warung-warung Madura beroperasi 24 jam. Alasannya karena toko kelontong Madura...

Gerak Cepat, Polsek Cimanggis Buru Pelaku “Penggelapan Sepeda Motor” Dengan Modus Terima Gadai di Media Sosial

Depok | VoA - Ramai status motor digelapkan di Media Sosial Group Facebook "Info Gade motor / mobil Depok, Sawangan dan sekitarnya" korbannya capai...
Berita terbaru
Berita Terkait